Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cak Imin PKB Usul Kepala BPIP Yudian Wahyudi Diganti, Sebut Merusak Persatuan Bangsa, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Nibros Hassani • Kamis, 15 Agustus 2024 | 17:12 WIB
Cak Imin. Foto: Instagram story @cakiminow
Cak Imin. Foto: Instagram story @cakiminow

RADAR KUDUS – Mencuatnya kabar pencopotan Jilbab anggota Paskibraka saat prosesi pengukuhan di Istana Negara membuat beberapa tokoh dan figur publik memberikan respon.

Selain mantan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, anggota DPR RI Andre Rosiade serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah M Cholil Nafis, pencopotan jilbab ini juga direspon oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau dikenal sebagai Cak Imin.

Ia menilai Kepala BPIP yang sekarang lebih baik digantikan.

Terlebih, respon kepala BPIP atas pencopotan jilbab ini telah merusak persatuan bangsa. Bahkan membangkitkan radikalisme yang baru.

Baca Juga: Jadi Tersangka KDRT, Suami Cut Intan Nabila Akui Lakukan Kekerasan Lebih dari Lima Kali

Pihaknya menyatakan ini setelah menanggapi berita soal respon kepala BPIP mengenai pencopotan Jilbab anggota Paskibraka Nasional.

Dari pernyataan akun media sosial resminya itu, Muhaimin mengusulkan agar Kepala BPIP, Yudian Wahyudi diganti (14/8/2024).

“Saya usul Kepala BPIP segera diganti, merusak persatuan bangsa dan membangkitkan radikalisme baru penuh dendam,” tulis Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Bikin Heboh! Hanya Karena Hal Ini, Mantan Kabareskrim Susno Duaji Minta Kapolres Berinisial R Dicopot

Keterangan tersebut juga telah mendapat lebih dari 1400 repost dan 121 ribu views di Twitter.

Selain mengusulkan penggantian Kepala BPIP Yudian Wahyudi, pihaknya menilai BPIP masih diperlukan. Namun, menurutnya BPIP harus diisi orang-orang yang bijaksana.

"Saya menyaksikan dan merasakan bahwa ideologi Pancasila itu sangat relevan dengan tantangan.

Bisa mengatasi perbedaan dalam persatuan, keadilan dalam kemakmuran. Kebhinekaan tunggal ika sebagai solusi kesatuan bangsa. Mari terus kita lanjutkan keberhasilan Pancasila ini tanpa pemaksaan pemaknaan tunggal yang mengganggu rasa keadilan dan kebersamaan.

BPIP tetap diperlukan tapi harus diisi orang- orang yang arif dan bijaksana" tulis Muhaimin yang kemudian ia repost dalam akun Instagramnya @cakiminow pada Kamis (15/8/2024).

Baca Juga: Imbas Kasus Bunuh Diri karena Bullying di Kalangan Dokter, Kementerian Stop Program Anestesi UNDIP Semarang

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, M Cholil Nafis, menyatakan dugaan pelarangan jilbab bagi Paskibraka muslimah adalah kebijakan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Ini tidak Pancasilais. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin hak untuk melaksanakan ajaran agama," tegasnya.

Baca Juga: Daftar Kerja di BUMN, Wanita di Bogor Ini Malah Jadi Korban Pinjol, Begini Kasusnya

Pihaknya bahkan mendesak agar larangan berjilbab bagi Paskibraka dicabut, dan menyarankan anggota Paskibraka muslimah untuk pulang jika ada paksaan untuk melepas jilbab.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#paskibraka nasional lepas jilbab #cak imin #bpip #muhaimin iskandar #lepas jilbab #Yudian Wahyudi #pkb