RADAR KUDUS - Sejumlah kiai yang tergabung dalam Jaringan Nahdliyyin Pengawal Khitthah Nahdlatul Ulama (JNPK-NU) mendorong diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dorongan ini muncul sebagai respons terhadap sikap PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf dan Sekjen Syaifullah Yusuf yang menolak Pansus Angket Haji 2024 di DPR RI.
Para kiai yang terlibat dalam gerakan ini termasuk Syuriah PBNU yang juga Ketua Nasional FKUB Kiai Abdul Muhaimin, mantan ketua PBNU Gus Baihaqi, Kiai Imam Aziz yang juga pendiri LKiS, serta Kiai Marzuki Kurdi, mantan ketua Lakpesdam era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Mereka menyampaikan pernyataan sikap dalam pertemuan di Yogyakarta, Sabtu (11/8).
Menurut mereka, PBNU seharusnya berfokus pada upaya kemaslahatan umat di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan agama, bukan terlibat dalam politik praktis.
Mereka menilai sikap PBNU saat ini sudah melenceng dari Khittah NU yang diamanatkan dalam Muktamar 1984.
"Kami mendesak PBNU untuk menyelenggarakan Munas Luar Biasa jika rekomendasi yang kami sampaikan diabaikan. Jika tidak, kami memohon dengan segala hormat agar para elite PBNU yang berkonflik mundur," ujar perwakilan JNPK-NU.
Berikut adalah poin-poin pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh JNPK-NU:
1. Mengimbau PBNU untuk menjaga ukhuwah Nahdliyyah dan wathaniyah dalam menyelesaikan masalah.
2. Meminta PBNU meneguhkan kembali Khittah dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan civil society yang independen.
3. Mendesak PBNU segera menghentikan tindakan yang memicu konflik internal.
4. Mendorong evaluasi arah kepemimpinan dan kebijakan PBNU agar sesuai dengan konstitusi organisasi.
5. Memohon PBNU meluruskan penyimpangan sejarah dan merawat makam pendiri NU.
6. Mempertanyakan kebijakan pelarangan iuran warga ('ianah syahriah) yang diatur dalam AD/ART.
7. Mendorong PBNU membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri tanpa bergantung pada politik ekonomi kekuasaan.
8. Memohon PBNU mendukung Pansus Haji DPR RI sesuai hukum yang berlaku.
9. Berharap PBNU lebih fokus pada masalah keummatan daripada politik kekuasaan, agar marwah ke-NU-an tetap terjaga sebagai ormas sosial keagamaan.
Para kiai ini berharap agar PBNU kembali pada jalur yang sesuai dengan Khittah NU dan lebih memperhatikan kepentingan umat daripada terlibat dalam politik praktis. (ury)
Editor : Ali Mustofa