Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

JNPK-NU Beri Masukan PBNU: Minta Fokus pada Kemaslahatan Umat dan Hindari Politik Praktis

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 13 Agustus 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi PBNU. (Sumber FOTO: NU ONLINE)
Ilustrasi PBNU. (Sumber FOTO: NU ONLINE)

RADAR KUDUS - Komunitas Jaringan Nahdliyyin Pengawal Khitthah Nahdlatul Ulama (JNPK-NU) mengeluarkan pernyataan sikap yang mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap konflik yang terjadi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Perseteruan ini dinilai telah menimbulkan keresahan di kalangan ulama dan membingungkan para nahdliyin di daerah.

1. Saran Terhadap Kebijakan Internal PBNU

JNPK-NU, yang terdiri dari 40 ulama dan tokoh nahdliyin, menyoroti beberapa persoalan yang terjadi di internal PBNU, termasuk pembekuan, pemecatan, dan likuidasi struktur pengurus di tingkat bawah.

JNPK-NU juga mengkritisi sikap pasif PBNU dalam menangani isu-isu nasional yang krusial, serta pernyataan elit PBNU yang kadang memicu kegaduhan.

2. Penolakan Terhadap Politik Praktis

Dalam pernyataannya, JNPK-NU mengingatkan PBNU untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar Qanun Asasi, Khitthah Nahdliyah, dan AD/ART NU.

Mereka menegaskan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis keagamaan (Ormas diniyah-ijtima'iyyah), NU seharusnya fokus pada kemaslahatan umat dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan agama.

PBNU juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam politik praktis, yang merupakan domain partai politik, sesuai dengan mandat Khittah NU yang ditetapkan pada Muktamar 1984.

3. Dukungan dari Tokoh Besar

Pernyataan sikap ini didukung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Syuriah PBNU Abdul Muhaimin, mantan Ketua PBNU dan Sekjen Forum Pesantren Baihaqi, serta mantan Ketua PBNU dan pendiri LKIS, Imam Aziz.

Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah bobot tentang apa yang disampaikan oleh JNPK-NU.

4. Imbauan untuk Menjaga Persatuan

JNPK-NU mengimbau agar PBNU menjaga ukhuwah nahdliyyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Mereka juga meminta PBNU untuk menghentikan tindakan yang dapat memicu konflik di antara sesama warga nahdliyin dan mengevaluasi arah kepemimpinan serta kebijakan organisasi agar sesuai dengan konstitusi NU.

5. Seruan untuk Kemandirian Ekonomi

Selain kritik, JNPK-NU juga mendorong PBNU untuk membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri tanpa bergantung pada politik ekonomi kekuasaan, termasuk dalam hal penerimaan konsesi tambang batu bara.

JNPK-NU menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan umat dan kemandirian ekonomi NU.

 

6. Permintaan untuk Mendukung Pansus Haji

Dalam sikap kenegarawanan, JNPK-NU meminta PBNU untuk mendukung Pansus Haji DPR RI sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mereka berharap PBNU lebih memperhatikan masalah keumatan dibandingkan politik praktis, sehingga marwah NU sebagai ormas sosial keagamaan dapat terus terjaga.

Pernyataan sikap JNPK-NU ini merupakan bentuk perhatian terhadap PBNU.

JNPK-NU berharap organisasi ini dapat kembali fokus pada khidmah untuk umat dan menjauhi politik praktis yang dapat merusak citra NU di mata masyarakat.

Editor : Ali Mustofa
#saran untuk PBNU #pernyataan sikap JNPK NU #JNPK NU #pesantren #nahdliyin #pbnu #keagamaan #Saran JNPK NU #konflik PBNU dan PKB #pkb #PBNU dan PKB