RADAR KUDUS – Seorang netizen di Twitter membagikan pengalamannya mendapat teror dari telepon tak dikenal.
Kejadian teror itu menimpanya setelah ia mendapat transferan dana mencurigakan senilai Rp 10 juta.
Kejadian tersebut diduga merupakan jebakan pinjaman online (pinjol) dengan skema segitiga.
Kisah ini diceritakan oleh akun @tiramisyuu2828 dalam sebuah portal komunitas Twitter (10/8/2024).
Pada 6 Agustus 2024, netizen korban ini mendapat dana top up Rp 10 juta ke akun e-wallet DANA atau dompet elektronik miliknya.
Padahal, akun DANA tersebut menggunakan nomor yang tidak pernah digunakan selain untuk kepentingan membeli kuota dan masuk akun e-commerce.
Setelah dana tersebut masuk, korban mendapat telefon dari nomor yang terhubung dengan akun DANA. Korban mengira telfon tersebut dari kurir karena nomornya terhubung pada e-commerce.
Namun, justru seorang bapak yang mengaku telah mentransfer dana Rp 10 juta tersebut dan memintanya untuk mentransfer kembali uangnya sejumlah Rp 5 juta.
Korban yang kaget langsung mematikan nomor tersebut. Namun, ia terus mendapat pesan ancaman dari nomor lainnya, meminta untuk transfer dana sejumlah nominal tadi.
“Orang tersebut call gue lewat seluler dan langsung gue tolak karena gue takut banget ceroboh bisa sampai ketipu, ini akun getcontact dia juga mencurigakan, di WhatsApp dia juga chat “lu orang depok kan, masih untung ga gue samperin,” tapi gue mikir ini orang apasih gak jelas banget karena emang gue bukan orang depok,” tulis akun @tiramisyuu2828.
Kisah yang diposting tersebut kemudian direspon oleh ratusan netizen, meminta agar korban tidak usah meladeni pesan dan ancaman tersebut, termasuk dengan mengamankan dana Rp 10juta yang telah ditransfer ke rekening bank yang lebih aman atau membiarkannya.
Baca Juga: Mengurai Dukungan Partai Politik untuk Sosok Ridwan Kamil dalam Pilgub DKI Jakarta 2024
“Itu kayak skema segitiga , dia (pelaku) kayak pinjaman online (pinjol) terus ngirim ke kamu gitu, biarin aja gak usah diapa-apain duitnya, pun jangan di transfer ke dia,” tulis akun @justi** menjawab keresahan tersebut.
Editor : Abdul Rokhim