RADAR KUDUS – Sebuah akun Twitter mengunggah pamflet acara klub berjudul Burning Sun Surabaya pada Jumat (9/8/2024).
Acara yang mengundang artis Seungri eks BigBang itu pun menuai kontroversi, terlebih karena Seungri sendiri pernah menjadi pelaku dari kejahatan prostitusi di negaranya.
Banyak netizen Indonesia mencela kegiatan tersebut. Burning Sun Surabaya pun viral di Twitter sekitar pukul 12.00 (9/8/2024).
“A hidden world kpop night party, Burning Sun Surabaya, The New Chapter is Born,” tulis pesan promosi dalam pamflet tersebut.
Baca Juga: LENGKAP! Arti dan Filosofi Logo HUT RI Ke-79: Ada Burung Garuda hingga Pembangunan
Acara klub malam itu dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2024. Acaranya juga akan berlangsung di Gentlements lantai 5, Ngagel Jaya Selatan blok J30-35 Surabaya.
Di kalangan penggemar Kpop, nama Seungri sendiri sudah dikenal karena kasus klub malam Burning Sun. Kasus ini sempat viral pada 2019 karena terkait dengan pelecehan seksual, grup chat, dan video illegal yang melibatkan beberapa artis ternama di Korea Selatan.
Baca Juga: SOSOK Maulia Permata Putri Pelajar Asal Sumbar yang Jadi Pembawa Baki pada Upacara HUT RI di IKN
Dikabarkan, bos dari grup chat rahasia ini adalah Seungri. Dalam grup chat yang ia kelola itu, ada banyak video dan foto berisikan korban korban yang tidak sadar diri akibat pengaruh obat.
Dari grup chat itu juga, sejumlah artis melakukan pemerkosaan ramai ramai sejumlah korban perempuan.
Atas kasus ini, Seungri kini bebas setelah dihukum penjara 18 bulan.
“Guys ini tolong banget! Darah gue mendidih. Ada club di Surabaya yang ngasih panggung pelaku sex trafficking. Dia ini director dari burning sun asli di korea..” tulis akun @yomy*** yang kemudian direspon oleh puluhan ribu akun lain.
“Ini orang udah di blacklist di negara sendiri disini malah dijadiin bintang tamu, temen temen se grupnya aja udah ogah sama ni orang,” tulis akun @beaut*** merespon kabar tersebut.
Baca Juga: 8 Tips Lolos Tes CPNS 2024, Lengkap dengan Informasi Tes dan Link Pendaftaran
“Burning sun ini banyak skandalnya tapi yang paling merusak moral itu ketika cewe disana yang dugem seneng-seneng pake duit dia sendiri, bisa dipake sama siapapun dengan cara dimampusin,” tulis akun @exe*****.
Dalam pamflet yang disebar, terlihat pengelola acara itu adalah TSV Management.
Editor : Noor Syafaatul Udhma