Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Maxwell Diancam Cancel Culture karena Postingan Lama di Second Account, BDS: Yang Seharusnya Dicancel itu Israel, Netanyahu dan Genosida

Nibros Hassani • Jumat, 19 Juli 2024 | 22:08 WIB
Screenshot instastory second account maxwell dari Twitter (kiri), live Maxwell dan Gerakan BDS (kanan). Ig: maxwellsalvadorr
Screenshot instastory second account maxwell dari Twitter (kiri), live Maxwell dan Gerakan BDS (kanan). Ig: maxwellsalvadorr

RADAR KUDUS – Salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Ruangguru, Maxwell Salvador trending lagi setelah postingan lama di second accountnya (Ig: @kodokgeprekkk) mencuat di media sosial Twitter.

Postingan lama Maxwell itu dinilai oleh banyak warganet sebagai bentuk olokan terhadap gerakan #gencatan senjata yang pro-Palestina.

Atas postingan lama itu, Maxwell dinilai tidak berempati dan tidak paham dengan kondisi geopolitik saat ini dengan adanya postingan lamanya makan di McD, belanja di Zara hingga postingannya terkini yang berlibur di Disneyland.

Baca Juga: Ternyata! Maudy Clash of Champions dan Timnya Pernah Bikin Panel Inovasi Surya untuk Atasi Masalah Lingkungan

Baca Juga: Begini Cerita Perjuangan Sandy Clash of Champions Kuliah di Singapura: Tinggal di Kamar Tanpa AC hingga Hemat Uang Beasiswa

Mengetahui tiga merek itu (McD, Zara, Disney) ditengarai mendukung Israel dan genosida palestina.

Netizen melihat Maxwell tidak serius dan hanya mengolok-olok gerakan #gencatan senjata di media sosial.

Akun @thread***** misalnya, menulis dalam komentar:

"Ini instastory berapa bulan yang lalu? Mau berapa bulan yang lalu pun tetep aja salah sih, orang punya privilese, bisa berpikir tapi ngebecandain genosida di Palestina yang mana itu sensitif banget. Sekali mungkin khilaf, kalo banyak gini berarti ya emang hobi aja," .  

Berdasarkan penelusuran tagar #maxwell di Twitter, sejumlah netizen bahkan terjadi pembatalan budaya terhadap Maxwell.

 

Melansir dari kamus Merriam Webster, cancel culture adalah aksi men-cancel secara ramai-ramai untuk menunjukkan rasa tidak setuju, menarik dukungan terhadap seseorang, dan memberikannya tekanan publik.

Baca Juga: Maxwell Clash of Champions Minta Maaf setelah Ketahuan Makan McD tapi Dukung Gencatan Senjata di Second Account, Ini Penjelasan Maxwell

Baca Juga: PROFIL Maxwell Salvador, Peserta Clash of Champions yang Paling Viral, Ternyata Banyak Prestasi dan Calon Dokter  

Melalui channel WhatsAppnya, Maxwell sempat meminta maaf dan mengaku telah introspeksi atas postingan lama itu.

Pada Kamis (18/7), Maxwell juga melakukan live Instagram bersama komunitas @gerakanbds (Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi Israel di Indonesia).

Per hari Jumat (19/7) live itu sudah ditonton hingga 1,8 juta orang.

Baca Juga: Terungkap, Ini Dia Alasan Sandy, Xaviera, dan Shakira Ikut Clash of Champions Salah Satunya Bikin Terharu

Baca Juga: Ini Dia Latar Belakang Orangtua dari Shakira, Xaviera dan Sandy Clash of Champions, Salah Satunya Seorang Guru

Live itu berisi tentang diskusi mengenai BDS, sejarah gerakan boikot dan kisah-kisah bagaimana seseorang yang awalnya bisa sangat pro-Israel berubah mendukung Palestina.

Pihak BDS juga mendukung semua pihak yang ingin belajar mengenai boikot Israel, termasuk kepada Maxwell.

“Jangan habis waktunya untuk membatalkan satu sama lain, yang harusnya dicancel itu Israel. Target batalkan kita itu Israel, Netanyahu dan Genosidanya,” jelas pihak BDS dalam live.

Sementara itu, Maxwell ikut membagikan catatannya tentang materi diskusi BDS melalui saluran channel WhatsAppnya.

Baca Juga: Shakira Amirah Clash of Champions Ruangguru Bagikan Tips Memanfaatkan Tools untuk Publikasi Jurnal Terindeks Scopus, Ini Tipsnya

Baca Juga: Shakira Amirah Clash of Champions Ruangguru Bagikan Tips Memanfaatkan Tools untuk Publikasi Jurnal Terindeks Scopus, Ini Tipsnya

“Semoga kita semua bisa belajar dan terus memberikan dampak positif bagi sekitar kita,”tulis Maxwell usai meminta maaf.

Belva Devara, salah satu pemilik Ruangguru juga memberikan dukungan kepada Maxwell.

“Maxwell semoga jadikan pelajaran dan berubah. Terima kasih @gerakanbds, seneng banget jadi banyak yang lebih paham tentang pentingnya gerakan boikot/BDS untuk menghentikan penjajahan/genosida di Palestina”, tulis Belva @belvadevara dalam komentar dipostingan BDS.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Clash of Champions Ruangguru #ceasefire maxwell #Maxwell Salvador Clash of Champions #maxwell cancel culture #Maxwell Salvador Surya Atmaja #second account maxwell