RADAR KUDUS – Salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Ruangguru, Maxwell Salvador trending lagi setelah postingan lama di second accountnya (Ig: @kodokgeprekkk) mencuat di media sosial Twitter.
Postingan lama Maxwell itu dinilai oleh banyak warganet sebagai bentuk olokan terhadap gerakan #gencatan senjata yang pro-Palestina.
Atas postingan lama itu, Maxwell dinilai tidak berempati dan tidak paham dengan kondisi geopolitik saat ini dengan adanya postingan lamanya makan di McD, belanja di Zara hingga postingannya terkini yang berlibur di Disneyland.
Mengetahui tiga merek itu (McD, Zara, Disney) ditengarai mendukung Israel dan genosida palestina.
Netizen melihat Maxwell tidak serius dan hanya mengolok-olok gerakan #gencatan senjata di media sosial.
Akun @thread***** misalnya, menulis dalam komentar:
"Ini instastory berapa bulan yang lalu? Mau berapa bulan yang lalu pun tetep aja salah sih, orang punya privilese, bisa berpikir tapi ngebecandain genosida di Palestina yang mana itu sensitif banget. Sekali mungkin khilaf, kalo banyak gini berarti ya emang hobi aja," .
Berdasarkan penelusuran tagar #maxwell di Twitter, sejumlah netizen bahkan terjadi pembatalan budaya terhadap Maxwell.
Melansir dari kamus Merriam Webster, cancel culture adalah aksi men-cancel secara ramai-ramai untuk menunjukkan rasa tidak setuju, menarik dukungan terhadap seseorang, dan memberikannya tekanan publik.
Melalui channel WhatsAppnya, Maxwell sempat meminta maaf dan mengaku telah introspeksi atas postingan lama itu.
Pada Kamis (18/7), Maxwell juga melakukan live Instagram bersama komunitas @gerakanbds (Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi Israel di Indonesia).
Per hari Jumat (19/7) live itu sudah ditonton hingga 1,8 juta orang.
Live itu berisi tentang diskusi mengenai BDS, sejarah gerakan boikot dan kisah-kisah bagaimana seseorang yang awalnya bisa sangat pro-Israel berubah mendukung Palestina.
Pihak BDS juga mendukung semua pihak yang ingin belajar mengenai boikot Israel, termasuk kepada Maxwell.
“Jangan habis waktunya untuk membatalkan satu sama lain, yang harusnya dicancel itu Israel. Target batalkan kita itu Israel, Netanyahu dan Genosidanya,” jelas pihak BDS dalam live.
Sementara itu, Maxwell ikut membagikan catatannya tentang materi diskusi BDS melalui saluran channel WhatsAppnya.
“Semoga kita semua bisa belajar dan terus memberikan dampak positif bagi sekitar kita,”tulis Maxwell usai meminta maaf.
Belva Devara, salah satu pemilik Ruangguru juga memberikan dukungan kepada Maxwell.
“Maxwell semoga jadikan pelajaran dan berubah. Terima kasih @gerakanbds, seneng banget jadi banyak yang lebih paham tentang pentingnya gerakan boikot/BDS untuk menghentikan penjajahan/genosida di Palestina”, tulis Belva @belvadevara dalam komentar dipostingan BDS.
Editor : Noor Syafaatul Udhma