RADAR KUDUS - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Tsaquf memohonkan maaf kepada masyarakat atas perbuatan yang dilakukan 5 kader NU berkunjung ke Israel.
Hal ini disampaikan Ketum PBNU Yahya Cholil Tsaquf dalam press release pada Selasa (16/7).
Melansir dari Akun Youtube TVNU, Yahya menjelaskan kepergian 5 kader NU ke Israel tersebut tidak melalui izin PBNU.
5 kader tersebut di antaranya 1 dosen Unusia, 1 kader pagarnusa, 2 fatayat, dan 1 kader dari PWNU DKI.
"Apapun yang terjadi saya mohon maaf atas kesalahan yang diperbuat teman-teman NU ini. Dan ya saya juga memohonkan maaf untuk mereka kepada masyarakat luas," jelas Yahya.
Setelah kejadian ini, pihaknya mengakui telah membuat aturan yang jelas bagi kader untuk tidak melakukan engagement atau hubungan kepada pihak Internasional kecuali atas izin PBNU.
Baca Juga: Gunung Merapi Jogjakarta Semburkan 43 Kali Guguran Lava, BPPTKG Minta Warga Waspada
Pihaknya menduga ada banyak pihak yang berkepentingan kaitannya dengan politik Internasional yang ingin menyeret NU.
Pihaknya juga berpesan kepada para kader NU untuk berhati-hati terhadap ajakan atau pendekatan dari pihak Internasional.
"Kami serukan kepada seluruh kader NU kami tidak akan melakukan engagement atau hubungan dengan pihak manapun terkait dengan Israel dan Palestina, kecuali untuk tujuan-tujuan membantu rakyat Palestina," jelas Yahya.
Soal web RAHIM yang diunggah salah satu kadernya dan melibatkan logo LBM NU, pihaknya mengaku telah meminta pihak terkait untuk take down logo tersebut.
Editor : Noor Syafaatul Udhma