RADAR KUDUS - Setelah viral diperbincangkan karena kunjungannya ke Israel dan bertemu Presiden Israel Isaac Herzog, salah satu tokoh muda NU Zainul Maarif yang juga merupakan Dosen Filsafat Unusia Jakarta itu diketahui juga mengelola lembaga bernama ‘RAHIM’.
Ini juga terlihat dari link yang juga dipublikasikan dalam akun LinkedIn Zainul Maarif.
‘RAHIM’, singkatan dari The Ibrahim Heritage Study Center for Peace itu kini diduga menjadi salah satu jaringan Israel di Indonesia.
Laman lembaga itu bisa dicek melalui: Rahim.or.id dan hingga kini masih aktif.
Terlihat deskripsi lembaga itu merupakan koalisi dari Yahudi, Muslim dan Noahidis (gerakan agama Yahudi monoteistik).
Dalam keterangannya, lembaga yang mengaku menyerukan perdamaian itu juga menggabungkan tiga organisasi antara lain: LEMBAGA BAHTSUL MASAIL NAHDLATUL ULAMA (LBM NU), EITS CHAIM INDONESIA, dan BNEI NOAH (BANI NUH) INDONESIA.
Dalam laman tersebut, Eits Chaim Indonesia, dituliskan sebagai yayasan nirlaba Indonesia yang mempromosikan pemahaman tentang kepercayaan Yahudi, umat Yahudi dan Tanah Israel untuk masyarakat Indonesia.
Pendirinya adalah tiga WNI keturunan Yahudi Belanda-Yemen dan Yahudi Turki.
Baca Juga: 5 Cendekiawan Muda Nahdliyin secara Diam-Diam Bertemu Presiden Israel, Ini Komentar PBNU
Sementara Paguyuban Bani Nuh atau Bnei Noah Indonesia terdiri dari para pengikut Taurat Yahudi di Indonesia, yang bukan keturunan dan tidak menjadi Yahudi.
Bnei Noah Indonesia memberikan pengajaran Taurat dalam kerangka 7 Hukum Nuh dalam bahasa Indonesia bagi anggota paguyubannya.
Baca Juga: PLN UIK Tanjung Jati B Pamerkan Inovasi Pemanfaatan Limbah di Festival Zero Waste Zero Emission 2024
Dituliskan juga, Bnei Noah Indonesia berafiliasi sekaligus dinaungi oleh Noahide Academy Israel, dibawah kepemimpinan Rabbi Moshe Perets dan Institute for Judaism and Civilization dibawah Rabbi Dr. Shimon D. Cowen.
Dalam acara soft launching lembaga RAHIM tersebut juga sempat dihadiri oleh Duta Besar Israel untuk Singapura Sagi Karni.
Editor : Noor Syafaatul Udhma