RADAR KUDUS - Lima intelektual muda, aktivis, sekaligus tokoh Nahdliyyin mengunjungi Presiden Israel Isaac Herzog.
Dari foto yang beredar, terlihat kelima orang itu berfoto dengan Presiden Israel Isaac Herzoc juga dengan latar belakang bendera Israel.
Presiden Israel Isaac tampak mengenakan setelah jas biru tua.
Tidak diketahui pasti kapan kunjungan itu dilaksanakan, namun banyak masyarakat termasuk warga Nahdliyyin menilai kunjungan tersebut sangat mencederai perasaan umat muslim di Indonesia dan dunia.
Kunjungan ini membuat heboh masyarakat, apalagi saat ini tengah terjadi genosida di Palestina.Kunjungan tersebut dinilai sebagai sikap "tidak peka" mengingat apa yang dilakukan Israel selama ini kepada Palestina.
Berdasarkan informasi yang beredar, lima "tokoh intelektual" itu adalah Gus Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.
Baca Juga: Duh, Web Pendaftaran UNDIP Kena Hack, Nama Prodi Berubah Jadi S1 Cek Khodam hingga S1 Ternak Lele
Sementara itu, melansir dari laman resmi NU, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali menyesalkan kunjungan lima Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog.
Kunjungan itu dinilai sebagai tindakan orang yang tak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU.
Savic menjelaskan kunjungan kelima warga NU itu bukan atas nama organisasi.
Baca Juga: 44 Orang Dirawat di RSJ karena Mabuk Kecubung, 2 Di Antaranya Meninggal Dunia
PBNU juga belum mengetahui atas dukungan pihak mana mereka berangkat ke Israel. “Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” katanya
Pihaknya juga akan melakukan konfirmasi kepada lima orang tersebut atas kunjungan yang telah dilakukan.
Ia menambahkan, meski itu kunjungan pribadi, mereka dikenal sebagai warga dan bahkan aktivis NU.
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Mesir Sowan ke Indonesia, Ini Tujuannya
Menurutnya, hal itu akan memperburuk citra NU di mata publik. Padahal, selama ini, sikap PBNU dan Nahdliyin sangat jelas sampai saat ini, yaitu berdiri di sisi Palestina dan mengecam agresi militer Israel.
Editor : Noor Syafaatul Udhma