SEMARANG - Seorang pria mengenakan baju batik viral setelah menendang mobil pengendara lain baru-baru ini.
Pria diketahui merupakan warga Kalongan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.
Pria tersebut diduga tidak terima setelah ditegur oleh pengendara lain karena melawan arah di jalan satu arah.
Baca Juga: Duh, Web Pendaftaran UNDIP Kena Hack, Nama Prodi Berubah Jadi S1 Cek Khodam hingga S1 Ternak Lele
Dari video yang beredar, terlihat mobil putih (dikendarai perempuan) melawan arah.
Lalu pengemudi yang merekam dihampiri oleh pria berbaju batik merah, dan terjadi percakapan hingga jendela kaca mobil ditendang.
Pria mengenakan baju batik itu menanyakan pengemudi anak siapa dan menantang pengemudi mobil.
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Mesir Sowan ke Indonesia, Ini Tujuannya
“Kwe anak sopo? Lokal-lokal jadi jagoan we ya? (Arti: Kamu anak siapa? Warga lokal jadi jagoan ya?-red)” kata pria berbaju batik.
Setelah itu pengemudi membela diri.
“Ini kan jalan searah, kebawah, kita kan mengikuti aturan. Kalau arah kesana lewatnya kesana. Kok malah mempermasalahkan ini wilayah siapa. Bukan wilayah siapa siapa kita kan sama-sama rakyat Indonesia. Aku lho ndak mempermasalahkan jenengan lewat sini, cuma memprioritaskan dulu yang sesuai dengan peraturannya. Kok sampean yang marah-marah,” jelas pengemudi itu.
Tak lama, kaca jendela ditendang oleh pria berbaju batik yang kemudian mengaku jadi Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang dan bekerja di bidang advokasi.
Pria tersebut juga mengaku berulang kali, menunjuk-nunjuk ke dirinya yang sebagai lawyer.
“Lawyer ni, lawyer”, jelasnya tampak angkuh.
Pihak pria lawyer, perempuan yang mengemudi terlihat turun dari mobil dan ikut dalam percekcokan tersebut.
Pengemudi wanita itu tampak tidak suka saat kejadian itu direkam oleh istri pengendara mobil.
Hape milik istri pengendara itu tampak berulang kali didorong oleh wanita tersebut.
Lalu terlihat seorang warga lain melerai.
Setelah kejadian ini viral, banyak warga net mengecam oknum lawyer tersebut.
Diketahui, pria berbaju batik merah yang arogan itu bernama Wisnu asal Kalongan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.
Wisnu bukan merupakan Ketum PP namun anggota dari MPC PP Kabupaten Semarang.
Baca Juga: Ada Masalah Apa? Dekan FK UNAIR Surabaya Tiba-Tiba Diberhentikan, Ini Penjelasan Pihak Kampus
Ia juga mengaku bagian dari perkumpulan advokat PERADI.
Hingga tulisan ini dibuat, Wisnu telah membuat klarifikasi meminta maaf kepada publik dan video permohonan maafnya tersebar di media sosial.
Editor : Abdul Rokhim