RADAR KUDUS - Tiga peserta Clash of Champions Ruangguru, Shakira, Xaviera dan Sandy baru-baru ini membagikan kisah perjuangan mereka saat mengikuti lomba dan motivasi mereka mengikuti game show Clash of Champions.
Dalam podcast Youtube bersama Denny Sumargo, tiga anak tercerdas asal Indonesia itu mengaku orangtuanya sangat mendukung mereka ketika bersekolah dan ikut lomba.
Orang tua dari peserta ketiga menanamkan kepada anak-anak mereka bahwa pendidikan adalah prioritas.
Baca Juga: Ini Dia 5 Cara Belajar ala Maxwell Salvador Clash of Champions, Jangan Memaksakan Diri Kalau Capek
Xaviera, mahasiswa Indonesia yang kini berkuliah di KAIST—salah satu institusi terbaik di Korea—mengatakan orangtuanya hanya dapat mewariskan pendidikan.
“Orang tua bilang, kita nggak bisa ngewarisin harta, tapi kita bisa ngewarisin Pendidikan yang bisa membuat kalian sukses. Kalian sendiri yang menemukan kesuksesan itu,” jelas Xaviera.
Orangtua Xaviera: Guru dan Teknik
Dimulai dari Xaviera, ia bercerita tentang ibunya yang merupakan seorang guru dan ayahnya memiliki latar belakang di bidang teknik.
“Mereka memang selalu mendukung,” jelasnya.
Orangtua Shakira: Kedua Dokter
Shakira bercerita bahwa ia sempat bersekolah di negeri SD dan SMP lalu masuk madrasah di SMA.
Shakira menjelaskan bahwa kedua orangtuanya adalah dokter.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI itu mengaku mendapat dukungan dari orangtua sejak kecil.
Ia juga membagikan momen bersamanya yang membuatnya ingin menjadi dokter.
“Papa mama dulu dokter. Papa itu kan dokter bedah operasi, pas umur 5 tahun. Papa dulu sukanya pulang kerja ngumpulin anak-anak di kamar, sini Abah habis operasi Ayo lihat . Setelah itu aku bilang ke mama mau jadi dokter,” jelas Shakira.
Orangtua Sandy: Pengusaha dan Apoteker
Baca Juga: 44 Orang Meninggal di RSJ karena Mabuk Kecubung, 2 Di Antaranya Meninggal Dunia
Baca Juga: VIRAL Warga Banjarmasin Kalimantan Selatan Mabuk Kecubung, 2 Orang Tewas dan 35 Orang Dirawat di RSJ
Berlanjut ke giliran Sandy, Ia bercerita orangtuanya bekerja sebagai wirausahawan dan apoteker.
Ia pun mengaku orangtuanya sering mengikutkannya pada lomba-lomba seperti Olimpiade OSN.
Ia bercerita bahwa orangtuanya sering mengalokasikan uang untuk mendaftarkannya ikut les.
“Ayah saya seorang wirausahawan dan ibu saya seorang apoteker. Kalau dulu aku diikutin orangtua olimpiade matematika dari SD. Jadi kayaknya mereka tuh gak ngabisin duit di benda lain tapi ngabisin duit di olimpiade. Jadi masuklah siswa ini untuk olimpiade dari SD,” jelas mahasiswa National University Singapore (NUS) tersebut.
Baca Juga: Rapat dengan DPR, PLN Ajukan Rp3 Triliun PMN 2025 untuk Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil
Baca Juga: Imam Besar Al Azhar Mesir Sowan ke Indonesia, Ini Tujuannya
Karena sering ikut olimpiade dan menang, Sandy sering mendapat beasiswa saat masuk SD.
Editor : Noor Syafaatul Udhma