RADAR KUDUS - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia telah berhasil membuat penemuan penting terkait lukisan gua di wilayah Sulawesi, Indonesia.
Lukisan tersebut diperkirakan merupakan lukisan gua tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini.
Baca Juga: Ada Masalah Apa? Dekan FK UNAIR Surabaya Tiba-tiba Diberhentikan, Ini Penjelasan Pihak Kampus
Baca Juga: Lestari Moerdijat: Dukung Pemberdayaan Desa Wisata Demi Tumbuhnya Pusat Ekonomi Baru yang Merata
Usia lukisan itu diperkirakan sekitar 51.200 tahun yang lalu.
Lukisan keempat tua ini menggambarkan tiga sosok menyerupai manusia sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan.
Lukisan ini berada di sebuah gua kapur di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari Ucap Syukur Usai Dipecat, Ini Alasannya
Penelitian ini dipimpin oleh Adhi Agus Oktaviana, pakar seni cadas Indonesia dari BRIN yang saat ini sedang menjalani program doktoral (PhD) di Griffith Centre for Social and Cultural Research (GCSCR).
Dilansir dari situs web resmi BRIN, penemuan lukisan Leang Karampaung yang telah berusia sedikitnya 51.200 tahun yang lalu itu memberikan pemahaman penting terkait seni mengenai asal-usul seni.
Baca Juga: Simak! 5 Larangan dan Mitos Malam 1 Suro : Dilarang Menikah Hingga Keluar Rumah
Disebutkan, penemuan Oktaviana beserta tim dari Griffith University tersebut mengindikasikan bahwa lukisan gua naratif telah menjadi bagian penting dalam budaya seni manusia awal Indonesia pada masa itu.
“Pada dasarnya manusia telah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam bentuk cerita sejak lebih dari 51.200 tahun, namun karena kata-kata tidak dapat menjadi fosil batu maka yang tersisa hanyalah penggambaran dalam bentuk seni. Temuan di Sulawesi ini merupakan bukti tertua yang dapat diketahui dari sudut pandang arkeologi,” jelas Oktaviana seperti dilansir dari situs resmi BRIN.
Baca Juga: BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024
Kajian 'Seni Gua Narasi di Indonesia 51.200 Tahun Lalu' ini juga telah dipublikasikan di jurnal Nature (Narrative cave art in Indonesia by 51,200 years ago).
The Guardian menyebut lukisan ini menjadi lukisan berusia 6000 tahun lebih tua dari lukisan sebelumnya. Yakni, lukisan berisikan gambar babi hutan yang diyakini diciptakan setidaknya 45.500 tahun yang lalu di sebuah gua di Leang Tedongnge, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, ada ilmuwan Spanyol yang mengklaim karya seni di tiga lokasi – di Cantabria, Andalusia, dan Extremadura berusia lebih dari 64.000 tahun. Namun, menurut salah satu pakar seni rupa di Universitas Sydney, temuan tersebut ditolak oleh komunitas sains internasional.
Editor : Noor Syafaatul Udhma