Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mitos Jembatan Sewo Indramayu, Warga Ramai-ramai Jadi Penyapu Koin di Sepanjang Jalan

Dzikrina Abdillah • Minggu, 7 April 2024 | 17:20 WIB
Tradisi warga Indramayu berjejer di sepanjang jalan Jembatan Sewo sambil membawa sapu lidi dan mengais koin.
Tradisi warga Indramayu berjejer di sepanjang jalan Jembatan Sewo sambil membawa sapu lidi dan mengais koin.

INDRAMAYU - Sejumlah pemudik membagikan foto hingga video sejumlah orang di Indramayu yang berjejer di sepanjang jalan dengan membawa sapu lidi.

Foto-foto dan video warga berjejer di pinggir jalan di sekitaran Indramayu ini banyak dibagikan warganet.

Hingga tagar Indramayu menjadi trending topic X (dulu Twitter), Sabtu (6/4).

Foto dan video yang beredar itu diambil di Jembatan Sewo, Indramayu, Jawa Barat.

Mereka berjejer di sepanjang jalan sambil membawa sapu lidi dan mengais koin yang dilemparkan pengendara ke jalanan.

Ternyata, hal itu terkait dengan tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo Indramayu.

Warga mengaitkan tradisi mengais koin ini dengan legenda Saidah Saeni dan kisah mistis Jembatan Sewo, Indramayu, Jawa Barat.

Konon katanya, jika seorang pengunjung melempar koin ke sungai dari jembatan Sewo dan koin tersebut berhasil disapu oleh arus air, maka keinginan atau doanya akan dikabulkan.

Fenomena ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan orang-orang yang mencari keajaiban dalam kehidupan mereka.

Dalam tradisi lokal, masyarakat masih sering melibatkan diri dalam ritual melempar koin dan berdoa di Jembatan Sewo.

Namun terlepas dari hal tersebut, sisi lain dari jalur ini adalah fenomena orang-orang berjejer di pinggir jalan sambil memegang sapu.

Bukan untuk membersihkan jalan, mereka menyapu uang yang dilempar para pelintas dari tengah ke pinggir jalan, sebagai bagian tradisi.

Sayangnya, pengendara menempuh perjalanan di jalur Pantura Jawa dan melihat jembatan di perbatasan Subang-Indramayu Jawa Barat yang merasa terganggu.

Lantaran dalam beberapa video yang beredar sejumlah warga bahkan berdiri di tengah jalan dan membuat arus lalulintas terhambat.

"Gara-gara orang ini banyak orang Indramayu yang malu," kata lainnya.

"Jujur di daerah kampungku juga masih ada sih, tapi kalau udah sebanyak ini jatohnya udah ganggu," kata lainnya.

Namun adapun netizen yang menjelaskan opininya bahwa memang ada budaya malas yang melekat di wilayah tersebut.

Akhirnya masyarakat memilih untuk mengemis.

"Indramayu penyumbang terbanyak TKW di Jawa Barat, alasannya karena apa?. Yak, suaminya malas cari kerja. Endingnya, angka perceraian tinggi, nampak mental malas dan mengemis sudah melekat," kata lainnya menjelaskan.

Terlepas dari pro dan kontra di media sosial, pemandangan ini seakan sudah menjadi budaya di wilayah tersebut.

Bahkan pihak berwenang sudah pernah menertibkan dengan menyita sapu lidi yang dibawa warga.

Kendati begitu, kondisi ini justru menjadi kucing-kucingan antara pengemis dan petugas setempat

Namun di kasus yang sama dengan situasi berbeda, pihak polisi bahkan membiarkan dan tetap mengimbau warga tersebut untuk tidak terlalu nekat.

Editor : Dzikrina Abdillah
#jalanan #Sapu Lidi #terganggu #jembatan sewo #pengemis #Indramayu #pemudik