Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terungkap! Ini Penyebab Ledakan Dahsyat Gudang Peluru Milik TNI di Bekasi, Ada Korban Jiwa?

Dzikrina Abdillah • Minggu, 31 Maret 2024 | 07:10 WIB
POTRET Ledakan dahsyat Gudang Peluru milik Kodam Jaya di Kawasan Gunung Putri, Bekasi, Sabtu (30/3) malam.
POTRET Ledakan dahsyat Gudang Peluru milik Kodam Jaya di Kawasan Gunung Putri, Bekasi, Sabtu (30/3) malam.

BEKASI - Gudang Peluru milik Kodam Jaya di Kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kota Bekasi mengalami ledakan dahsyat.

Ledakan hebat Gudang peluru itu terjadi hari ini Sabtu (30/3) malam.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, lokasi kebakaran disebut sebagai gudang peluru milik Batalyon Artileri Medan (Armed) 7.

Video-video tersebut juga memperlihatkan asap pekat yang membumbung tinggi.

Terdengar pula bunyi ledakan di area tersebut.

Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran pun tampak panik.

Hal itu dikomfirmasi Panglima Kodam Jaya Mayjen M Hasan.

Ia mengatakan ledakan terjadi diduga akibat reaksi kimia munisi yang labil karena sudah kadaluwarsa.

"Tapi dapat kami pastikan bahwa sistem pergurangan di Kodam Jaya ini, di gudang ini sudah sangat aman," ucap Hasan dalam konferensi pers di sekitar lokasi, Sabtu (30/3).

Menurut Hasan, sistem pergudangan itu sudah sangat aman karena lokasinya berada di bunker dan di atasnya terdapat tanggul-tanggul yang dapat mengamankan apabila ada ledakan ke samping.

Tetapi, kata dia, selongsongnya memang memungkinkan menyebar secara vertikal hingga mencapai beberapa tempat.

"Tapi kami pastikan, prosedur maupun sistem ini sudah sedemikian rupa sehingga kalau ada ledakan seperti ini diperkirakan akan aman," jelas dia.

Hasan menjelaskan, berdasarkan analisa yang sudah dilakukan, kejadian itu terjadi akibat munisi yang sudah kadaluwarsa.

Dia menerangkan, gudang munisi nomor 6 yang terbakar kemudian menimbulkan ledakan berisi munisi-munisi kadaluwarsa.

Munisi tersebut berasal dari pengembalian dari berbagai satuan yang dilayani oleh Kodam Jaya di seluruh wilayah Jakarta.

"Jumlah munisi yang ada di sana berkisar di angka 160 ribu jenis munisi maupun bahan peledak," kata dia.

Dia menuturkan, munisi-munisi tersebut sejatinya sudah dibuatkan surat untuk penghapusan dari awal tahun ini.

Namun, proses untuk penghapusan itu masih berlangsung sehingga dikumpulkan terlebih dahulu dan dirapikan satu per satu.

Dari sana, asap yang timbul hingga menyebabkan terbakar dan ledakan diduga terjadi akibat reaksi bahan kimia yang sangat labil dari munisi-munisi kadaluwarsa tersebut.

Dia memastikan, gudang tersebut tidak mempunyai sistem listrik atau hal lain yang dapat menyebabkan kebakaran dari luar.

"Di gudang itu tidak ada sistem listrik, tidak ada apapun yang menyebabkan akibat dari luar. Tapi kemungkinan dari ateril dan munisi yang bergesek karena labil jadi menimbulkan asap dan ledakan," jelas Hasan.

Ada Korban Jiwa Akibat Ledakan Gudang Peluru Milik TNI?

Terkait adanya korban jiwa dalam indpsiden tersebut hingga kini belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya beredar di kalangan warga adanya 15 korban jiwa akibat insiden tersebut.

Meski begitu, baik TNI maupun Polri belum bisa mengonfirmasi adanya korban tewas dalam insiden tersebut.

Saat ini penyelidikan sedang dilaksanakan evakuasi wilayah terdampar di sekitar Batalyon dan Penanganan Kebakaran dan ledakan amunisi.

Sementara, Pangdam Jaya, Mayjen Mohamad Hasan buka suara.

Ia mengatakan hingga saat ini tidak ada korban.

"Kami sudah mengecek seluruh lokasi, satu kilo ke depan ke arah pemukiman tidak ada korban jiwa. Perlu kami tegaskan tidak ada korban jiwa," kata Hasan kepada wartawan, Sabtu (30/3).

Editor : Dzikrina Abdillah
#kebakaran #gudang #amunisi #penyebab #bekasi #peluru #korban jiwa #meledak