RADAR KUDUS - Empat orang anggota keluarga ditemukan tewas tergeletak di lobi apartemen Teluk intan Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (9/3).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat orang tersebut melakukan bunuh diri dengan melompat terjun dari lantai 22.
Penemuan itu berawal dari laporan sekuriti bernama Dedy yang kala itu tengah berjaga.
Ia mendengar suara benturan keras di lobi apartemen.
Saat di cek ternyata Dedy mendapati empat orang telah tewas tergeletak.
Keempat korban diketahui berinisial EA (51), AIL, JWA (13), dan JL (18).
Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Sektor Penjaringan, Jakarta Utara, Komisaris Agus Ady Wijaya.
Ia membeberkan kronologi empat orang yang diduga terjun bersama dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan.
Detik-detik aksi bunuh diri satu keluarga itu terekam CCTV.
Mulai dari para korban tiba di apartemen hingga naik ke rooftop dan melancarkan aksinya.
Satu keluarga tersebut mendatangi apartemen menggunakan mobil Grand Max warna silver bernomor polisi B 2972 PEQ sekitar pukul 16.02 WIB.
"Dan masuk ke apartemen," kata Agus kepada wartawan di depan aparteman, Sabtu malam (9/3).
Pada pukul 16.04 WIB, para korban masuk ke lift.
Dalam tangga itu, terekam EA mulai mencium kening AEL, JWA, dan JL.
"Setelah mencium kening, AEL termonitor mengumpulkan ponsel-ponsel di tasnya. Lalu naik ke atas," kata dia.
Sejauh ini keempat pelaku tampak tidak menunjukkan gelagat aneh hendak melakukan bunuh diri.
Berikutnya, pada pukul 16.05 keempatnya tampak keluar dari lift tangga lantai 21.
Mereka kemudian melintas melewati tangga darurat, dan naik ke anjungan apartemen atau lantai 22.
"Kemudian pada pukul 16.21 WIB para korban jatuh bersamaan di depan mobil," ucap Agus.
Keempat jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum.
Polisi juga memeriksa keterangan saksi.
Berdasarkan hasil identifikasi tampak beberapa luka pada tubuh korban.
Gidion menyebut, luka itu antara lain kepala bagian belakang pecah, pinggang patah, hingga tangan dan kaki patah.
Editor : Dzikrina Abdillah