BOYOLALI - Seorang pria bernama Supriyadi (27) tega membunuh ibu kandungnya sendiri bernama Trinem (65), Minggu (11/2).
Supriyadi diketahui merupakan warga Dukuh Randualas RT 002/RW 001, Desa Sendangrejo, Kecamatan Klego, Boyolali.
Insiden itu pertama kali terungkap setelah warga menemukan jenazah Trinem (65) yang penuh luka di kebun belakang rumah.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Klego, Iptu Utomo, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi.
Ia mengungkapkan berdasarkan informasi dari warga dan hasil pemeriksaan pelaku menderita gangguan kejiwaan.
Pelaku sudah beberapa tahun terakhir menjadi pasien rumah sakit jiwa.
Sejumlah warga menyebut ketika emosi ia diketahui sering mengamuk dengan sasaran anggota keluarganya.
Kapolsek menyebut saat ini pelaku belum diproses lantaran mengidap gangguan jiwa.
“Apakah nanti rehabilitasi atau perawatan, itu nanti rumah sakit yang memutuskan dan melaksanakan,” jelas dia.
Sementara itu, ia juga menyebut jika Supriyadi tidak terbukti mengalami gangguan jiwa, ia akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Supriyadi sebelumya merupakan pasien dengan gangguan jiwa di RSUD Simo Boyolali.
Kejadian itu terungkap oleh salah satu warga yang saat itu sedang akan memberi makan sapi sekitar pukul 08.30 WIB.
Saksi kemudian berteriak dan memanggil warga sekitar.
Ia menduga, meninggal dunia pada Minggu dini hari.
Hal itu lantaran saat ditemukan darahnya masih segar.
Polisi juga menemukan ada batu dan sandal milik sang anak di dekat jasad ibu asal Klego, Boyolali, yang diduga dibunuh tersebut.
Berdasarkan bukti dan keterangan saksi mengarah bahwa korban dibunuh oleh anaknya sendiri yaitu Supriyadi.
Polisi pun menangkap anak korban yang diduga menjadi pelaku.
Polisi juga menemukan bercak darah di kaki kanan dan kuku tangan kanan sang anak padahal tidak ada luka di tubuh pemuda itu.
Diduga darah tersebut adalah darah korban.
Warga mengungkap, Trinem memang hanya tinggal berdua dengan anaknya itu di rumah tersebut.
Sementara sang suami telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Selama ini, Trinem bekerja sebagai petani untuk menghidupi anaknya.
Trinem juga diketahui sering mengungsi ke rumah kakaknya ketika melihat gejala sang anak hendak mengamuk.
Supriyadi diketahui menjadi pasien rumah sakit jiwa selama beberapa tahun ini.
Saat kambuh, Supri cenderung melakukan kekerasan.
Editor : Dzikrina Abdillah