BOGOR - Media sosial dihebohkan dengan video diduga penampakan hantu Kuyang di Cileungsi, Kabupaten Bogor yang viral.
Bahkan video itu menjadi trending topik perbincangan warganet di Twitter.
Dalam video yang beredar tampak perekam video menunjukkan pantulan kaca pintu yang diduga penampakan kuyang.
Beberapa orang dalam video itu juga terdengar ketakutan.
Beberapa dari mereka dengan suara bergetar terus membaca istighfar dan membaca ayat Al Qur'an.
Berdasarkan cerita-cerita mistis dan banyak didengar masyarakat luas, hantu jenis Kuyang banyak dikenal oleh masyarakat Kalimantan.
Banyak yang menyebut jika Kuyang sejatinya bukanlah sosok ghaib, yakni setan atau jin kafir.
Kuyang disebut-sebut jelmaan manusia yang diduga punya ilmu hitam demi tujuan tertentu.
Dilansir dari berbagai sumber Kuyang terdapat beberapa bahasa yakni bisa disebut Krasue atau Palasik atau Folklor.
Makhluk ini dikenal luas masyarakat di Kalimantan.
Kuyang diceritakan sebagai jelmaan manusia dengan wujud wanita.
Praktiknya, wanita dengan jelmaan Kuyang adalah seorang yang memiliki ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi.
Penampakan kuyang cukup kontroversial, hanya saja masyarakat Kalimantan masih mempercayai adanya kuyang.
Diceritakan, Kuyang, mitosnya beredar di malam hari dan memangsa darah bayi yang baru dilahirkan.
Selain bayi, ibu yang baru melahirkan pun juga menjadi sasaran makhluk astral yang menjadi ikonik di Kalimantan.
Masyarakat Kalimantan percaya, jika wujud kuyang berupa kepala wanita yang terbang bersama organ tubuh seperti jantung, hati, usus dan ginjal.
Namun demikian tak sedikit yang penasaran akan sosok Kuyang di Bogor yang ramai diperbincang warganet di Twitter.
Tak sedikit warganet membincangkan isu ini dengan sedikit candaan.
“Dia kena gusur pembangunan IKN kalo jadi merantau ke Bogor?” sebut akun @cinuamoroll.
“Katanya sih transit di Bekasi dulu itu, tapi gara-gara panas jadi pindah tempat ke Bogor,” canda akun @LakleyLakey.
“OOT, kuyang gak cuma ada di Kalimantan nder. Bahkan ada juga di Thailand. kuyang di sana disebut Krasue,” tulis akun @JadiUtas.
Editor : Dzikrina Abdillah