SEMARANG - Miras oplosan yang menewaskan empat pemuda di Semarang diduga telah dicampur alkohol berkadar 70 persen.
Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.
Ia mengatakan pada Jumat (5/1) terdapat 10 orang yang mengkonsumsi miras oplosan.
Polisi menduga para pemuda itu mencampur minumannya dengan alkohol berkadar 70 persen.
Dilaporkan, satu orang meninggal pada hari Sabtu (6/1).
Kemudian dua orang meninggal pada hari Minggu (7/1).
Kapolsek mengatakan, kejadian ini ditangani langsung oleh Jatanras Polrestabes Semarang.
Sejumlah saksi dan dua orang termasuk pengoplos miras tersebut juga telah diamankan.
"Jadi di sini ada bukti yang didapatkan anggota, rincian pemesanan oleh satu korban, alkohol 70 persen, antiseptik," katanya, Senin (8/1).
Diduga campuran miras tersebut menjadi penyebab empat orang meninggal dunia dan enam orang masih dirawat di rumah sakit.
Dilansir dari Radar Semarang,awal mula kejadian ini, mereka berkumpul 10 orang sembari menenggak minuman keras oplosan Kamis (5/1) sejak pukul 16.30.
"Kejadiannya kan minumnya kan Kamis sore sampai malem. Itu sekitar orang 10 orang," ungkap Kapolsek Semarang Utara, Kompol Suprianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/1).
Kapolsek mengatakan, kejadian ini ditangani langsung oleh Jatanras Polrestabes Semarang.
Sejumlah saksi dan dua orang termasuk pengoplos miras tersebut juga telah diamankan.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu keterangan dari laboraturium forensik untuk memastikan hal tersebut. Saat ini para korban juga masih dalam perawatan.
"Langkah kepolisian melakukan perawatan yang saat ini masih di RS atau di rumah masing-masing. Kita sudah bekerja sama dengan laboratorium forensik untuk menentukan kandungan apa yang ada di minuman yang diminum oleh korban," jelasnya.
Editor : Dzikrina Abdillah