BANDUNG - Alasan seorang siswi SMAN 3 Bandung nekat melompat dari lantai 3 gedung sekolahnya ternyata bukan karena putus cinta.
Sebelumnya siswi SMAN 3 Bandung berinisial AA telah dipastikan sengaja melompat dari lantai 3 sekolah.
Namun untuk alasan siswa tersebut melompat karena putus cinta dibantah oleh pihak sekolah.
Hal itu diungkapkan Wakasek Humas SMAN 3 Bandung, Ida Rohayani saat jumpa pers di Aula SMAN 3.
"Percobaan bunuh diri karena putus cinta dan sebagainya, kami nyatakan tidak benar," ujarnya, Rabu (29/11).
Ia mengatakan sejak AA masuk SMAN 3, pihak sekolah sudah melakukan penilaian.
Hasil penilaian tersebut memutuskan bahwa AA harus mendapatkan bimbingan dari psikiater dan guru bimbingan konseling (BK).
Sayangnya, Ida enggan menjelaskan apa hasil assessment terhadap AA dan mengapa AA harus mendapatkan bimbingan dari guru BK.
"Siswi berinisial A, sudah ditangani sejak masuk dan BK mengonfirmasi kepada orang tua berjalan setiap bulan, sejak masuk ke sudah didampingi psikolog," katanya.
Dikatakan Ida, meski diberikan pendampingan, AA merupakan siswi yang aktif dan tidak pernah memiliki masalah dengan siswa lainnya atau guru.
"Kesehariannya baik-baik saja. Anaknya biasa saja," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan seorang siswi kelas XI SMAN 3 Bandung yang dilaporkan jatuh dari lantai tiga gedung sekolah Selasa (28/11).
Siswi tersebut jatuh ke area kolam ikan di lingkungan sekolah yang sudah tidak difungsikan dan sudah mengering.
Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Sumur Bandung Kompol Rustandi.
Ia menyebut, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat.
"(Korban) perempuan kelas 2 jatuh di lantai tiga," katanya.
Ia juga mengungkap siswi tersebut mengalami patah tulang usai jatuh dari lantai 3 setinggi 10 meter.
Editor : Dzikrina Abdillah