BALI - Keluarga Aldi Sahilatua Nababan, mahasiswa Bali yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya mengaku dipersulit mengawal proses autopsi Aldi,
Hal itu diungkapkan Monalisa Nababan selaku kakak korban.
Monalisa mengungkapkan jenazah adiknya sedang di autopsi di RS Bhayangkara Medan, namun pihak keluarga tidak diperkenankan menyaksikan proses autopsi.
"Sekarang jenazah sedang di autopsi di RS Bhayangkara Medan. Tapi dari PIHAK KELUARGA TIDAK DIPERBOLEHKAN IKUT MENYAKSIKAN PROSES AUTOPSI," terang dia.
Saat pihak keluarga menawarkan agar proses otopsi disaksikan oleh dokter yang ditunjuk oleh keluarga, dokter forensik yang menangani pun menolaknya.
"Sementara kami pihak keluarga sudah memberi opsi untuk diwakilkan dokter yang ditunjuk keluarga tapi tidak diterima oleh DOKTER FORENSIK DESI dah bahkan ruangan bedah dikunci rapat dan dikawal penjaga," tandas Monalisa.
Ia juga menyampaikan pihak keluarga mengajukan autopsi kepada polisi. Namun, ia merasa proses autopsi dipersulit.
"Kami merasa dipersulit dengan pernyataan-pernyataan mereka (polisi). Makanya, kami putuskan mayat dikirim dari Bali ke Medan pada Minggu siang." ungkapnya.
"Dugaannya adik saya dibunuh secara sadis. Semoga keadilan berpihak dengan kita," tutupnya.
Dugaan Monalisa itu didasarkan pada kondisi jasad sang adik yang mengenaskan.
Ia mengatakan jenazah adiknya ditemukan dalam kondisi alat kelaminnya mengeluarkan darah dengan sekujur tubuhnya lebam.
"Alat kelamin pecah dan mengeluarkan darah, sekujur tubuh lebam, mulut dan hidung mengeluarkan darah, engsel siku tangan bergeser," ujar Monalisa.
Ia mengetahui kabar tewasnya sang adik saat ditelepon personel kepolisian dari Polsek Kuta Selata pada Sabtu (18/11)
Ia mendapat kabar adiknya meninggal dengan bersimbah darah. Kini jenazah mahasiswa itu diautopsi di RS Bhayangkara, Medan.
"Kamarnya bersimbah darah. Alat kelaminnya rusak, semacam ada sobek. Dari situlah keluar darah. Ada darah di bagian mulut dan hidung juga. Ada memar lengan tangan kanan dan engselnya bergeser. Lantai penuh darah," kata Monalisa, Rabu (22/11).
Monalisa dan pihak keluarga meyakini adiknya itu dibunuh secara sadis. Karena itu, ia berharap keadilan.
Saat ini, kasus kematian Aldi ditangani oleh Polres Kuta Selatan dan Polrestabes Denpasar.
Kabar penemuan jenazah Aldi juga dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Nur Habib Auliya.
Dalam keterangannya ia pun membenarkan bahwa jenazah Aldi tengah diautopsi di RS Bhayangkara, Medan.
"Benar," kata Nur singkat.
.
Editor : Dzikrina Abdillah