JAKARTA - Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka kembali mendapatkan dukungan penuh dari Menteri BUMN Erick Thohir di Pilpres 2024.
Dukungan itu diyakini bisa memperkuat keterpilihan Prabowo – Gibran di kalangan nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: Pendukung Jokowi-Ma'ruf 2019 Besar Dukung Prabowo-Gibran
“Faktor dukungan Erick Thohir bisa signifikan setidaknya bagi pemilih luar Jawa dan sementara kalangan Nahdlatul Ulama (NU), karena Erick Thohir sudah dikenal di lingkungan NU,” kata Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas), Alfan Alfian dalam keterangannya, Rabu (1/11/2023).
Selain itu, Alfian menegaskan, dukungan Erick Thohir kepada Prabowo – Gibran juga akan terus menghasilkan keuntungan yang berlimpah.
Hal itu dikarenakan Erick Thohir merupakan Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI yang memiliki jejaring yang sangat luas.
“Di sisi lain, Erick Thohir juga punya nilai lebih di kalangan profesional karena reputasinya sebagai Menteri BUMN. Posisi dan perannya di PSSI juga potensial untuk meraih basis dukungan yang nyata,” ucap Alfian.
Oleh karena itu, Alfian menegaskan, dukungan yang diberikan Erick Thohir kepada pasangan senior – junior itu berpotensi mendongkrak elektabilitas menjelang Pilpres 2024.
Kedekatan Prabowo dengan Erick Thohir terbukti bisa memberikan dampak yang positif di kontestasi Pilpres 2024.
Baca Juga: Didukung Habib Luthfi dan Gus Miftah, Prabowo - Gibran Menguat di Pilpres 2024
“Kunjungan Prabowo Subianto ke kediaman Erick Thohir tentu bernilai positif bagi Prabowo sebagai Calon Presiden,” ujar Alfian.
Kedekatan Erick Thohir dengan NU, berpeluang besar melesatkan elektabilitas Prabowo – Gibran.
Baca Juga: Duet Prabowo – Gibran Potensial Rebut Suara NU di Jawa Tengah
Berdasarkan kepada hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) periode 4 – 12 September 2023, Prabowo – Gibran mengantongi mayoritas dukungan dari NU.
Di dalam survei LSI Denny JA tersebut, Prabowo – Gibran berhasil meraup suara tertinggi dengan total elektabilitas mencapai 44,6 persen, diikuti pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD dengan 36,5 persen dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dengan 15,0 persen. (*)
Editor : Ali Mustofa