JOGJAKARTA - Kecelakaan kereta api Argo Semeru anjlok di dekat stasiun Kalimenur, Sentolo, Kulon Progo, Selasa (17/10).
Kecelakaan tersebut tidak memakan korban jiwa.
Namun sebanyak 20 penumpang mengalami luka-luka.
Hal itu dikonfirmasi Sekretaris PMI DIY, Haris Nur Hartanto.
"Dalam kecelakaan kereta api Argo Semeru jurusan Yogyakarta-Jakarta dan kemudian Argo Wilis jurusan Bandung- Surabaya, ini tidak ada korban jiwa," kata Haris.
"Korban luka-luka 20, yang memerlukan penanganan kita rujuk ke Rumah Sakit Queen Latif," imbuhnya.
Selain korban luka-luka, terdapat sejumlah penumpang yang mengalami trauma dan juga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Beberapa korban ada yang mengalami trauma. Walaupun hanya lecet tapi dalam keadaan menangis dan harus kita rujuk juga ke rumah sakit agar ditangani tim dokter," ujar Haris.
Untuk saat ini, penumpang dari kereta api Argo Semeru dan Argo Wilis akan dievakuasi menuju titik shelter di Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Wates
"Seluruh penumpang (Argo Wilis) Bandung-Surabaya semua sudah dievakuasi menuju titik di Stasiun Tugu Yogyakarta. Sementara (penumpang) Argo Semeru yang menuju Jakarta sudah dievakuasi menggunakan kereta bandara menuju Stasiun Wates," lanjutnya.
"Seluruh barang-barang yang masih tertinggal di dalam gerbong, PT KAI mengambil kebijakan bahwa seluruhnya belum boleh diambil atau dievakuasi. Baru setelah terindentifikasi seluruhnya akan dikoordinasikan untuk dikembalikan kepada pemilik," tuturnya.
"Sehingga para penumpang yang ingin melanjutkan (perjalanan) dengan moda transportasi yang lain, PT KAI memberikan keleluasaan kepada penumpang untuk melanjutkan perjalanan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, kereta api Argo Semeru mengalami kecelakaan dan anjlok di dekat stasiun Kalimenur, Sentolo, Kulon Progo, Selasa (17/10).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB.
Akibat anjloknya Argo Semeru tersebut, kereta api Argo Wilis yang melintas sempat menyerempet gerbong Argo Semeru dan harus menghentikan perjalanannya.
Editor : Dzikrina Abdillah