RADAR KUDUS - Sholat istisqa atau sholat minta huja merupakan sholat yang dilaksanakan ketika terjadi musim kemarau yang menyebabkan kekeringan.
Kemarau parah tersebut dikhawatirkan akan mengancam kehidupan para petani dan masyarakat umum.
Hukum sholat istisqa adalah sunnah muakkad, yang berarti ibadah ini derajatnya sangat dianjurkan.
Terdapat firman Allah SWT mengenai hukum sholat istisqa dalam Al-Quran:
"Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun (10) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11) dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (12) [Q.S: Nuh 10-12].
Tujuan dilakukannya sholat istiqa adalah meminta hujan sebagai berkah kepada sang kuasa Allah SWT.
Ada baiknya jika sholat istisqa untuk meminta hujan dianjurkan untuk membaca doa sebanyak mungkin saat musim kemarau berkepanjangan.
Maka, alangkah baiknya mengawali sholat istisqa untuk meminta hujan dengan doa saat menghadapi kesusahan secara umum.
Hal itu sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini.
Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliimu, laa ilaaha illallaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi, laa ilaaha illallaahu rabus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariimi.
Artinya "Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia."
Berikut ini, niat dan tata cara sholat istisqa:
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Istisqa Atau Sholat Minta Hujan Lengkap! Arab, Latin dan Artinya
Sholat istisqa serupa dengan sholat dua rakaat sholat ied.
Tetapi, ada perbedaan sedikit dalam hal penempatan khutbah, pembacaan takbir dan arah khatib pada khutbah kedua.
Berikut ini tata cara sholat istisqa:
Membaca niat.
Niat sholat istisqa:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal istisqaa'i rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya,
"Aku menyengaja sholat sunnah meminta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."
Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah dua kali. Sebelum atau sesudah sholat. (Khutbah sesudah sholat Istisqo yang utama)
Lantunan takbir diganti dengan ucapan istighfar.
Sebelum masuk khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali.
Astagfirullahal'adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilahi.
Artinya,
"Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya."
Sebelum masuk khutbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali.
Dalam khutbah kedua banyak menganjurkan istighfar, merendahkan diri serta penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan permohonan untuk menurunkan hujan.
Ketika berdoa pada khutbah yang kedua, khatib menghadap kiblat sambil berdoa bersama-sama dengan suara yang nyaring dan mengangkat tangan yang setinggi-tingginya.
Editor : Dzikrina Abdillah