CILACAP - Mayat seorang wanita ditemukan di dalam septic tank belakang rumahnya di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Rabu (13/9) dini hari.
Melihat keadaan korban yang penuh luka diduga kuat ia merupakan korban pembunuhan sadis.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntar Arif Setyoko.
Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, wanita tersebut diduga korban pembunuhan.
"Ditemukan jasad seorang wanita tanpa busana di dalam septic tank. Dari hasil olah TKP diketahui identitas korban adalah IM (33) yang mana juga di TKP ditemukan di kamar korban banyak bercak darah. Jadi dapat kita duga yang bersangkutan adalah korban pembunuhan," kata Guntar, Rabu (13/9).
Korban tersebut bernama IM (33), warga Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap.
Ia ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di dalam septic tank belakang rumahnya.
IM diketahui merupakan seorang difabel.
Ia dibunuh oleh AS (31) karena melakukan perlawanan saat mendapati pelaku mencuri barang berharga milik korban.
Hal itu disampaikan Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto.
"Korban ini seorang difabel. Ia tidak bisa bicara sejak lahir. Karena tahu kondisi tersebut, pelaku berniat untuk menguasai harta korban," kata Fannky, Kamis (14/9).
Karena tak bisa bicara, korban tidak kuasa berteriak saat pelaku melakukan pencurian.
Ditambah lagi korban langsung dibekap menggunakan bantal oleh pelaku hingga lemas.
"Korban lemas karena dibekap oleh pelaku. Kemudian AS kembali mencari harta korban di lemari kamarnya," terang Franky.
Saat akan pergi, pelaku merasa nafsu melihat pakaian korban tersingkap.
Ia kemudian memperkosa korban yang sudah dalam kondisi lemas.
"Saat menyetubuhi ini sebenarnya korban sudah sadar dan memberontak. Namun ia tidak bisa teriak dan melakukan perlawanan dengan menggigit bibir pelaku," jelasnya.
Selama ini korban tinggal seorang diri. Tiga saudaranya merantau ke luar kota.
Sedangkan adiknya masih kuliah di Cilacap dan pulang ke rumah seminggu sekali.
Sedangkan pelaku, menurut Fannky, sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir di Pasar Gandrungmangu.
"Pelaku ini merupakan tukang parkir. Ia sudah mengamati keseharian korban," ujarnya.
Editor : Dzikrina Abdillah