RADAR KUDUS - Salah satu tradisi yang kerap dilakukan masyarakat di Indonesia saat Rebo Wekasan adalah melakukan sholat tolak bala.
Rebo Wekasan sendiri adalah Rabu terakhir di bulan Safar, yang akan jatuh pada 13 September 2023 besok.
Baca Juga: Bacaan Doa Rebo Wekasan Lengkap! Arab, Latin dan Artinya
Lalu apakah kita harus menunaikan shalat pada Rabu terakhir di bulan Safar tersebut?
Dilansir dari NU Online, pada dasarnya, tidak ada nash sharih yang menjelaskan anjuran shalat Rebo wekasan.
Oleh karenanya, bila shalat Rebo Wekasan diniati secara khusus, misalkan “aku niat shalat Safar”, “aku niat shalat Rebo Wekasan”, maka tidak sah dan haram. Hal ini sesuai dengan prinsip kaidah fiqih yang artinya:
"Hukum dalam ibadah apabila tidak dianjurkan, maka tidak sah" (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib Hasyiyah ‘ala al-Iqna’, juz 2, halaman 60).
Hanya saja, bila shalat Rebo wekasan diniati shalat sunnah mutlak, ulama berbeda pandangan.
Menurut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hal itu adalah haram.
Meski begitu, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki mengatakan hukumnya boleh.
Menurutbeliau, solusi untuk membolehkan shalat-shalat yang ditegaskan haram dalam nashnya para fuqaha’ adalah dengan cara meniatkan shalat-shalat tersebut dengan niat shalat sunnah mutlak.
Beliau menegaskan yang artinya
"Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah shalat Safar (Rebo Wekasan), maka barang siapa menghendaki shalat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati shalat sunnah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Shalat sunnah mutlak adalah shalat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya" (Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki, Kanz al-Najah wa al-Surur, halaman 22).
Berikut ini niat dan tata cara bagi yang akan menunaikan shalat sunnah mutlak
1. Niat shalat sunnah mutlak dua rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla
Artinya: Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.
2. Setelah membaca al-Fatihah, baca Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas sekali setiap rakaat.
3. Lakukan shalat sebagaimana biasanya dua rakaat.
4. Setelah salam, membaca doa.
5. Shalat sunnah mutlak dua rakaat ini dilakukan dua kali.
Pelaksanaan shalat ini sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah swt agar dijaga dari segala bahaya selama setahun.
Akan halnya perbedaan perbedaan pendapat ulama seperti dijelaskan adalah hal yang sudah biasa dalam fiqih, masing-masing memiliki argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : Dzikrina Abdillah