TANAH LAUT - Bupati Tanah Laut, Sukamta menjadi perbincangan banyak pihak usai dirinya menolak Ketua Umum PKB sekaligus Bakal Calon Wakil Presiden RI 2024 Koalisi Perubahan, Muhaimin Iskandar atau Cak imin baru-baru ini.
Diketahui, penolakan tersebut berlangsung saat acara MTQ Internasional di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Lantaran sikap tersebut, ia pun banyak menjadi perbincangan oleh berbagai kalangan.
Sosok Sukamta
Sukamta menjabat menjadi Bupati setelah terpilih dengan Wakil Bupati, Abdi Rahman pada Periode 2018-2023.
Diketahui, pria 60 tahun tersebut diketahui lahir di Kulon Proho pada 30 Juli 1963.
Istrinya bernama Nurul Hikmah.
Kini, keduanya dikarunia tiga orang anak.
Yakni, Indah Novita Purnamasari, Syahid Fitratullah, dan Zulfa Mazidah.
Selain itu, ia juga diketahui mimiliki hobi sepak bola dan tergabung dalam tim All Star Tanah Laut.
Penolakan Cak Imin
Orang nomor satu di Kabupaten Tanah laut tersebut menjelaskan bahwa duduk permasalahan itu dimulai dari kegiatan yang rencananya adalah 'Gema Al-Quran' yang mana kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemkab Tanah Laut melalui APBD.
Namun, kegiatan itu justru berubah menjadi Musabaqah Tilawatil 1 (MTQ) Nasional-Internasional setelah berkolaborasi dengan Jam'iyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU).
Setelahnya, acara tersebut sepengetahuannya akan dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Namun, alangkah terjutnya, bahwa acara tersebut justru dibuka oleh Cak Imin.
"Kalau yang membuka Pak Wapres atau Pak Menteri Agama. Oke saya setuju kalau begitu," ujarnya dilansir dari Viva pada Kamis (7/9).
Lebih lanjut, kata Sukamta, pihaknya mengaku menolak Muhaimun Iskandar atau Cak Imin lantaran dalam susunan acara (rundown) yang bersangkutan jelas terpampang atas nama Ketua Umum PKB.
Dirinya pun lantas merasa keberatan akan hal tersebut. Lantaran, ia merasa bahwa hal tersebut menyalahi aturan yang ada.
"Jelas di situ saya dikasih jadwal itu Ketua Umum PKB. Ini acara diselenggarakan melalui APBD tentu tidak boleh dong ketua partai membuka, pasti itu masalah dong bagi saya," katanya.
Cak Imin Buka Suara
Sementara itu, Cak Imin mengatakan, bahwa undangan dirinya untuk membuka kegiatan itu sudah dirancang sedari lama.
"Ini sudah dirancang lama, saya diminta sebagai Wakil Ketua DPR membuka MTQ tingkat internasional," katanya kepada wartawan, Rabu (6/9).
Namun, ia mengatakan bahwa saat tiba di lokasi, tetiba Saifullah Ma'shum menyampaikan padanya bahwa Bupati Tanah Laut Sukamta tak berkenan Ketua Umum PKB itu membuka acara tersebut.
"Sudah sampai di sana tiba tiba KH Saifullah Ma'shum menyampaikan kepada saya bahwa permohonan maaf sambil nangis-nangis, pak bupati gak berkenan dan lebih baik tidak ada acara MTQ daripada saya yang membuka," bebernya.
Setelah itu, Cak Imin mengaku tak keberatan dan akan hadir saja sebagai orang biasa dalam kegiatan tersebut karena sudah nanggung di lokasi.
"Saya akan menonton saja. Hadir dan menonton. Tidak usah membuka," ucapnya.
Namun, ternyata kehadiran Cak Imin di dalam kegiatan MTQ Internasional itu pun tak diinginkan oleh Bupati Tanah Laut.
"Saya kemudian salat, kemudian seletah salat pak kiai Saifullah Ma'shum datang lagi ke saya, hadir pun pak bupati berkeberatan. Bupati keberatan saya hadir," ungkapnya.
"Akhirnya saya daripada mengganggu acara itu, saya lihat panggungnya sudah siap semua, daripada merusak acara, saya menyatakan pada pak kiai Saifullah Ma'shum saya marah," imbuhnya sembari tertawa.
Sambil seolah bercanda, ia mengatakan marah karena merasa rugi lantaran harga tiketnya dari Jakarta ke Banjarmasin jadi sia-sia.
"Yang kedua marahnya, karena saya capek sebetulnya untuk kesini. Ternyata sampe sini sampean gak jelas ngundang saya. Tau gitu gak usah ngundang saya," kata Cak Imin sambil nyengir.
Lebih jauh lagi, ia akhirnya meminta untuk minimal dapat berfoto dengan backdrop acara MTQ Internasional itu. Namun, backdrop yang ternyata merupakan dari videotron, malah dimatikan.
"Backdropnya videotron ternyata dimatikan, tidak bisa dilihat. Dan saya putuskan untuk pulang," pungkas Cak Imin. (*)