JUMI (nama samaran) sepertinya kecewa. Harapannya untuk memeroleh harta ternyata zonk, setelah mengetahui Kaspo (bukan nama sebenarnya), suaminya memiliki masalah ekonomi.
Kaspo sendiri merupakan seorang duda. Begitu pun Jumi yang menyandang status janda.
Si Kaspo memiliki rekam jejak yang dianggap kurang bijak dalam mengelola keuangan. Karena itu, ia terlilit utang. Akhirnya bercerai dengan mantan istrinya.
Namun, jika soal penampilan, Kaspo terbiasa tampil kece. Orang-orang pun menyangka, ia lelaki berduit. Dari situlah yang membuat Jumi tertarik.
Pernikahan antara Jumi dan Kaspo menjadi perbincangan di kalangan keluarga Kaspo. Sebab, mereka menilai Jumi seorang pribadi dengan gaya hidup tinggi.
Padahal, jika melihat latar belakang pekerjaan Kaspo tidak memungkinkan untuk menjangkau.
”Ya nyebelin. Sok gaya,” ungkap salah satu keluarga Kaspo.
Lambat laun, sikap Jumi pun semakin jelas. Ia berharap memiliki harta. Ia bahkan sudah berani menunjuk-nunjuk soal aset milik suaminya.
Awalnya, Kaspo bisa menuruti kemauan istri barunya itu. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi keuangan Kaspo menipis. Akhirnya, tidak mampu mencukupi gaya hidup Jumi.
Dari situ Jumi seakan tidak mau menerima. Lalu, kerap menjelekkan Kaspo di belakang. Slentingan-slentingan itu pun terdengar sampai telinga keluarga Kaspo.
Karena sikapnya dulu yang suka gaya, keluarga lainnya pun sudah tidak terlalu menaruh simpati kepada Kaspo.
Ya, mau tidak mau ia harus menerima dan bertanggung jawab atas pilihannya. Demikian juga Kaspo yang perlu mengubah gaya hidupnya untuk lebih bisa apa adanya.
”Ya harus mau susahnya juga. Jangan pas senengnya saja," ujar salah satu keluarga. (vah/lin)
Editor : Ali Mustofa