Hari Masuji, salah satu warga mengatakan korban merupakan pemulung yang biasa memilah sampah di tempat penampungan sementara (TPS) sampah di Perumahan BTN Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Lokasi korban meninggal dunia juga berapa di belakang TPS Perumahan BTN Kelurahan Gedog. Menurut Hari, setiap hari korban bersama dirinya memilah sampah di TPS BTN Gedog.
“Diduga, saat itu, korban habis cuci tangan dan kaki di sungai aliran irigasi yang berada di belakang TPS,” ujarnya.
Menurut Hari, lokasi sungai, dari TPS harus menyeberang melewati jalur kereta api. Biasanya korban cuci tangan dan kaki di air pam dekat TPS.
Dikatakannya Hari, korban memiliki gangguan pendengaran. Diduga, saat hendak menyeberang rel, korban tidak mendengar ada kereta api lewat.
“Mungkin, saat menyeberang rel, dia tidak mendengar ada kereta api," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Sananwetan Polres Blitar Kota, Kompol Wahyu Satriyo Widodo mengatakan, tubuh pria berusia 51 tahun itu ditemukan tergeletak dalam kondisi meninggal dunia di area sawah milik warga.
“Korban tewas tertabrak kereta api barang. Diduga, tubuh korban terpental setelah tersambar kereta api yang melintas di lokasi,” ungkapnya, dikutip surya.co.id.
Lanjut Wahyu, detail kronologinya belum diketahui. Pihaknya kini mengevakuasi korban dari lokasi untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Editor : Ali Mustofa