Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Ini, PBNU Gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya

Abdul Rokhim • Senin, 6 Februari 2023 | 16:10 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah). (PBNU/Antara)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah). (PBNU/Antara)
SURABAYA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Kota Surabaya, pada Senin (6/2).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, forum itu menghadirkan 15 pakar dari dalam negeri maupun mancanegara sebagai pembicara kunci. Kelima belas pemaparan para mufti dan ahli hukum Islam tersebut mengulas berbagai persoalan kontemporer dari sudut pandang Islam.

”Mulai dari format negara-bangsa, relasi dengan non-muslim, hingga tata politik global. Salah satunya pembahasan tentang posisi Piagam PBB di mata syariat Islam,” kata Yahya Cholil Staquf seperti dilansir dari Antara.

Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, berharap hasil muktamar dapat menginisiasi bergulirnya wacana mengenai fikih peradaban dalam konteks global.

”Tujuan dari muktamar adalah menginisiasi diskursus wacana tentang peradaban seperti apa yang hendak kita inginkan bagi masa depan umat manusia,” ujar dia.

Gus Yahya berharap para ulama internasional dapat bersinergi dalam mengupayakan wacana tersebut. Ada kekosongan cukup besar di tengah arus wacana toleransi dan moderasi beragama. Karena itu, melalui muktamar tersebut, PBNU ingin menjaring pandangan para ulama ahli fikih mengenai hal tersebut.

”Kami hendak memulai satu perbincangan wacana yang serius di kalangan para ulama ahli fikih tentang bagaimana sebetulnya wawasan peradaban itu dikaitkan dengan nilai syariah yang valid,” kata KH Yahya Cholil Staquf, kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 56 tahun lalu itu.

Gus Yahya menegaskan, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban bukan satu agenda yang kecil, melainkan agenda raksasa. Sebab, hal tersebut melewati pergulatan yang tidak ringan.

Dia memberanikan diri untuk melaksanakannya sebagai proses keilmuan yang valid untuk kebaikan di masa depan.

”Proses keilmuan yang valid tentang bagaimana umat Islam memperjuangkan masa depan peradaban lebih baik untuk semua orang,” ucap KH Yahya Cholil Staquf. (*/jpg) Editor : Abdul Rokhim
#ketua umum pbnu #KH. Yahya Cholil Staquf #surabaya #Muktamar internasional fiqih #gus yahya