Kebakaran tersebut telah terjadi sejak Rabu (23/11). Petugas mengalami kesulitan untuk memadamkan api yang melanda kawasan hutan TNWK lantaran menuju lokasi sulit dilalui kendaraan roda empat dan angin bertiup kencang sehingga api cepat menyebar.
Alhasil api baru bisa dipadamkan setelah 18 jam. Hal tersebut diungkapkan Waka Polres Lampung Timur, Kompol Sugandhi Satria Nugraha.
"Mobil pemadam kebakaran tidak dapat masuk ke lokasi kebakaran, karena akses jalan yang sulit dilalui. Petugas memadamkan api dengan menggunakan alat pemadaman manual (alat semprot gendong) untuk memadamkan api," kata Kompol Sugandi
informasi yang dilihat Lampung Geh dalam akun resmi TNWK @btn_waykambas titik api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB.
"Saat itu juga, tim pemadam kebakaran berangkat menuju lokasi. Akses yang susah dan jarak yang cukup jauh, tim tiba di titik lokasi kebakaran pada pukul 20.00 WIB," tulis akun Instagram @btn_waykambas.
Dalam keterangan tersebut, dijelaskan juga jika lokasi kebakaran adalah areal yang didominasi alang-alang dan jenis tanaman semak belukar. Kondisi tersebut menyebabkan api cepat berkobar dan meluas.
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti asal-usul kebakaran, namun dugaan awal karena disengaja oleh pemburu satwa liar.
"Pembakaran dilakukan untuk memacu tunas muda alang-alang dan tanaman lainnya sehingga mengundang kelompok rusa atau satwa buruan lainnya untuk datang dan berkumpul," jelasnya. Editor : Kholid Hazmi