Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lestari Moerdijat: Bangun Masa Depan Bersama dengan Aktifkan Potensi Diri dan Sosial

Ali Mustofa • Senin, 14 November 2022 | 23:51 WIB
Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI (Dok Radar Kudus)
Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI (Dok Radar Kudus)
JAKARTA - Aktifkan potensi diri dan sosial untuk menata peradaban baru yang harmoni dan inklusif dengan orientasi membangun masa depan bersama.

"Untuk mengaktifkan kembali potensi diri dan potensi sosial dibutuhkan upaya menyelami diri, menyelami kedalaman relasi sosial, menanam kesadaran dan pengetahuan yang memungkinkan manusia menata diri, menata kehidupan sosial dan  menata peradaban baru yang harmoni, inklusif dengan orientasi masa depan bersama," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat memoderatori diskusi dan memberi pengantar singkat untuk membuka pemaparan Dr. Otto Scharmer bertema Activating the Social Field for Our Common Future pada Tri Hita Karana Forum di Kampus United in Diversity (UID) Bali, Senin (14/11).

Dr. Otto Scharmer, adalah pakar sistem dan manajemen, penemu dan pengembang U-Theory, co-founder Presencing Institute, pengajar senior pada Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Menurut Lestari, yang juga doktor di bidang ilmu manajemen dari Universitas Pelita Harapan itu, situasi kini penuh dengan ketidakpastian dengan ragam katastrofe dan tantangan, terkadang bahkan sering kita tidak dapat menyelesaikan bermacam persoalan penting dalam kehidupan.

"Penguatan diri dengan segala kelebihan dan kekurangan adalah keharusan dalam menghadapi ketidakpastian saat ini," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Tindakan manusia, jelas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, senantiasa bersumber dari pengetahuan pada diri sendiri dan orang lain, serta pengetahuan akan seluruh diri itu membentuk karakter.

Upaya berbagi informasi, ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan salah satu cara penyampaian tentang sesuatu yang diketahui untuk mereduksi knowing-doing gap.

Otto Scharmer menyebut salah satu akar masalah yang kita hadapi saat ini adalah adanya kesenjangan antara apa yang diketahui dan apa yang harus dilakukan (knowing-doing gap).

Sehingga, jelas Rerie, yang dibutuhkan setiap individu adalah pengetahuan terkait tentang apa yang diketahui dan apa yang ingin diciptakan.

Menurut Rerie, upaya bersama perlu dilakukan dengan visi masa depan bersumber dari konsep dan metode tepat, belajar dari setiap peristiwa terkini agar mampu mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik.

Dalam upaya bersama itu, tambahnya, setiap individu dan komunitas menanam inisiatif baik, membiarkan setiap bibit bertumbuh dari inner source masing-masing untuk membentuk sebuah peradaban yang lebih manusiawi. (zen) Editor : Ali Mustofa
#Lestari Moerdijat #peradaban baru #penguatan diri #kehidupan sosial