Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ada Gerhana Bulan Total Hari Ini, Kenapa Warna Bulan Berwarna Merah? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya!

Ali Mustofa • Rabu, 9 November 2022 | 03:17 WIB
gerhana bulan, (okezone)
gerhana bulan, (okezone)


JAKARTA – Fenomena gerhana Bulan total terjadi hari ini, Selasa (8/11). Peristiwa langka ini dapat disaksikan di wilayah Indonesia. Fase gerhana ini berlangsung selama tujuh jam.



Menurut keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) fase gerhana Bulan total dimulai pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 Wita hingga 20.57 WIB atau pukul 21.57 Wita.

Namun, ada yang unik dari peristiwa astronomis ini, saat fenomena Gerhana Bulan Total terjadi, warna bulan menjadi merah. Kenapa bulan berwarna merah saat fenomena Gerhana Bulan Total?

Dikutip dari kompas.com, fenomena Gerhana Bulan Total dijuluki juga sebagai Blood Moon, karena saat peristiwa ini terjadi Bulan berubah menjadi berwarna merah.

Fenomena alam tersebut akan tampak seperti saat langit cerah berwarna biru, lalu menjadi orange atau jingga keemasan saat Matahari terbenam maupun saat Matahari terbit.

Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis yang terjadi saat seluruh permukaan Bulan tertutup umbra Bumi, dikutip dari situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, fenomena Gerhana Bulan Total adalah peristiwa astronomis yang terjadi saat seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.

Saat fenomena Gerhana Bulan Total pada fase Bulan memasuki umbra Bumi, maka warna bayangan ini akan cenderung hitam.

Seiring Bulan memasuki seluruh bayangan umbra ini, maka warna Bulan akan berubah menjadi kemerahan. Penyebab bulan berwarna merah saat fenomena Gerhana Bulan Total adalah, karena adanya mekanisme Hamburan Rayleigh yang trejadi pada atmosfer Bumi.

Mekanisme tersebut terjadi saat Gerhana Bulan sama seperti mekanisme Matahari maupun Bulan tampak berwarna kemerahan saat berada di ufuk rendah dan langit yang mempunyai rona jingga, seperti ketika Matahari terbenam maupun terbit.

Spektrum warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ungu, biru, dan hijau akan dihamburkan ke angkasa, lalu spektrum warna dengan gelombang yang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning akan diteruskan ke pengamat atau yang melihatnya.

Menurut NASA, selama fenomena gerhana bulan, warna cahaya Bulan akan berubah menjadi merah karena satu-satunya sinar matahari yang mencapai Bulan melewati atmosfer Bumi.

Namun, semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi selama fenomena Gerhana Bulan Total ini terjadi, maka semakin merah Bulan akan muncul. Seolah-olah semua matahari terbit dan matahari terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan. Editor : Ali Mustofa
#gerhana bulan #sinar matahari #blood moon #atmosfer bumi #fenomena gerhana bulan #bmkg