Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Purnawirawan Polri Ditemukan Tewas Usai Diikuti Debt Collector

Kholid Hazmi • Rabu, 5 Januari 2022 | 19:42 WIB
ILUSTRASI. Purnawirawan Polri berinisial Aiptu MM, 64, ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan. (Dok. JawaPos.com)
ILUSTRASI. Purnawirawan Polri berinisial Aiptu MM, 64, ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan. (Dok. JawaPos.com)
JAKARTA - Purnawirawan Polri berinisial Aiptu MM, 64, ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan. Jenazah pertama kali ditemukan oleh petugas Sudinhub, lalu dilaporkan kepada polisi.

Kanit Lantas Polsek Pancoran, Iptu Deni Setiawan mengatakan, korban diduga tewas karena serangan jantung. Sebelum tewas korban sempat terlihat diikuti dan berbincang dengan debt collector alias mata elang atau matel.

Dari rekan kita dari Sudin ini sempat melihat korban sama matel, mungkin dia syok atau gimana. Itu usianya korban 64 tahun, mungkin syok atau mungkin serangan jantung kita kurang pasti. Yang jelas awalnya dari situ (diikuti matel), nggak lama beliau meninggal,” kata Deni kepada wartawan, Rabu (5/1).

Jika dilihat dari jasad korban, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. Selain itu juga tidak ada tanda-tanda Aiptu AM adalah korban kecelakaan lalu lintas.

“Dilihat dari kekerasannya dari badan atau apa tidak ada,” jelas Deni.

Selain itu, korban diduga meninggal dunia setelah mengambil uang pensiunan. Hal ini dikuatkan oleh barang bukti berupa slip gaji yang ditemukan di tubuh korban. "Sepertinya abis ngambil uang pensiunan itu dia. Ini ada slipnya,” pungkas Deni. Editor : Kholid Hazmi
#tewas #jakarta #purnawirawan polri #debt collector