Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

ITB dan Komunitas Dorong Infrastruktur Budaya Lasem

Ali Mustofa • Jumat, 3 Desember 2021 | 16:37 WIB
GARAP POTENSI DAERAH: Tim Design Ethnography Laboratorium ITB, Bupati Rembang Abdul Hafidz, OPD Rembang, serta perwakilan komunitas Rembang audiensi di Pendapa Kabupaten Rembang baru-baru ini. (ITB FOR RADAR KUDUS)
GARAP POTENSI DAERAH: Tim Design Ethnography Laboratorium ITB, Bupati Rembang Abdul Hafidz, OPD Rembang, serta perwakilan komunitas Rembang audiensi di Pendapa Kabupaten Rembang baru-baru ini. (ITB FOR RADAR KUDUS)
REMBANG – Peletakan batu pertama penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan di Alun-alun Lasem (3/8) lalu. Untuk mendukung keberjalanan proyek tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB dan Tim Peneliti design ethnography Laboratorium ITB bersama Komunitas Kreatif di Lasem bersinergi dengan Pemkab Rembang.

Berbagai pihak itu, menggelar workshop daring. Menyusun peta jalan ekonomi kreatif berbasis desain untuk Lasem yang dilakukan selama dua hari (18-19/10).

Penyelenggaraan workshop ini, salah satu bentuk realisasi dari hasil diskusi antara Bupati Kabupaten Rembang H. Abdul Hafidz, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rembang-Lasem, perwakilan komunitas Lasem, dan tim peneliti design ethnography Laboratorium ITB yang dilakukan pada April lalu. Saat membahas isu ekonomi kreatif dan sumber daya budaya yang ada di Lasem.

Lasem daerah bersejarah yang memiliki banyak aset kebudayaan. Kota ini memang menjadikan potensi pengembangan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Ketua Rembang Community City Network (RCCN) Ahdiat Galih mengatakan, ekonomi kreatif akan terus digaungkan, karena sumber daya ekstansi (yang diambil dari alam) lama-lama akan habis. Untuk itu, ekonomi kreatif mengusung daya kreatif dan inovasi yang bersumber dari akal dan pola pikir manusia yang tidak terbatas.

Moderator workshop daring Prananda L. Malasan menambahkan, salah satu landasan utama dari ekonomi kreatif (ekraf) adalah masyarakat bisa mengolah kegiatan ekonomi berbasis kapasitas intelektual dan tidak hanya mengekstrasi hasil bumi. ”Tujuannya mencapai tujuan ekonomi,” ujarnya.

Ketika para peserta disuguhkan pertanyaan ”Seperti apa Lasem di tahun 2050?”, mayoritas respon para peserta mengatakan Lasem berpotensi menjadi Kota Pusaka yang dapat menjadi pusat kegiatan ekraf. Khususnya di bidang pariwisata dengan mengangkat warisan budaya dan sejarah yang dimilikinya.

Tak heran, Lasem sering digadang sebagai pintu gerbang yang mempertemukan ragam etnis dan budaya ke tanah nusantara. Menjadikan kawasan ini sebagai kawasan yang kaya akan warisan budaya, seni, dan sejarah.

Baskoro BD atau yang karib disapa Mas Pop, seorang aktivis sekaligus pendiri Yayasan Lasem Heritage mengatakan, sejatinya masyarakat bisa berkreativitas berdasarkan heritage yang ada didaerah tempat tinggal. ”Itu yang harus dilakukan Lasem sebenarnya,” ujarnya.

Workshop penyusunan peta jalan di Lasem berangkat dari tujuan pemuliaan seni tradisional dan penciptaan seni kontemporer berdasarkan warisan budaya yang ada di Lasem. Diskusi kritis antarpeserta mengarah pada kebutuhan pendidikan dan infrastruktur seni di Lasem.

Yon Suprayoga, pemerhati peninggalan sejarah Lasem menjelaskan, orang datang ke Lasem kekurangannya cuma pertunjukan. ”Hampir semuanya di sini (Lasem, Red) ada. Sejak pagi bisa menyusuri sungai atau tempat-tempat bersejarah. Tetapi waktu malam kosong. Tidak ada pertunjukan,” ungkapnya.

Ide-ide bermunculan dari para peserta untuk satu tujuan yang sama. Berupa rancangan untuk mendirikan pendidikan seni formal setara SMA dan Institusi Perguruan Tinggi Seni di Lasem. Di antaranya gagasan pengadaaan pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, residensi dan kolaborasi dengan seniman Lasem hingga pengadaan festival seni tradisi Lasem menjadi parameter penyusunan peta jalan ekonomi kreatif yang dirancang selama lima tahun ke depan mulai 2022. (zen)

  Editor : Ali Mustofa
#pemkab rembang #budaya lasem #ekonomi kreatif #kampus itb