Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

ITB Gandeng Komunitas Gali Aset Ekonomi Kreatif

Ali Mustofa • Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB
TUKAR IDE: Diskusi antara tim peneliti FSRD ITB dengan komunitas Rembang Creative Community Network (RCCN) belum lama ini. (AYU FOR RADAR KUDUS)
TUKAR IDE: Diskusi antara tim peneliti FSRD ITB dengan komunitas Rembang Creative Community Network (RCCN) belum lama ini. (AYU FOR RADAR KUDUS)
REMBANG - INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menggandeng para pelaku komunitas kreatif dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rembang untuk mengaktivasi Museum Kartini sebagai salah satu upaya pemulihan sektor pariwisata Kabupaten Rembang. Untuk itu, tim peneliti dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang terdiri dari Dr. Dwinita Larasati, M.Sn, Dr. Arianti Ayu Puspita, M.Ds, Meirina Triharini Ph.D, Prananda L. Malasan Ph.D dan Raditya A. Taepoer, M.Ds, bekerja sama dengan Rembang Creative City Network (RCCN) mengadakan rangkaian program ke depan yang diawali dengan workshop daring berupa penyusunan jalan ekonomi kreatif berbasis desain di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB (18/10– 19/10).

Ahdiat Galih, ketua RCCN mengatakan, peserta dari workshop ini sengaja  dari beberapa komunitas dan OPD. ”Itu harapannya supaya ada komunikasi, jadi kebutuhan-kebutuhan yang selama ini dianggap momok besar bagi kami bisa mulai terpecahkan, pada prinsipnya, kita semua sama menuju ke arah tujuan yang sama, yaitu menuju Rembang yang lebih baik,” jelasnya

Workshop daring selama dua hari diikuti berbagai perwakilan komunitas kreatif di Rembang dan beberapa perwakilan OPD Rembang. Seperti Kementerian Komunikasi & Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Workshop tersebut tentu merupakan buah diskusi antara OPD Rembang, Perwakilan RCCN, dan Tim Peneliti Design Ethnography Lab. ITB di Pendopo Kabupaten Rembang pada bulan April lalu (23/04/2021) saat membahas isu apa saja yang menjadi perhatian di Kabupaten Rembang.

Museum Kartini tidak luput dari sasaran diskusi selama workshop daring berlangsung. Sebagai aset budaya yang dimiliki oleh Rembang, tentu revitalisasi Museum Kartini menjadi topik hangat untuk dibahas. ”Rembang butuh satu isu bersama, seperti Kartini. Kartini itu sosok kreatif, sosok pelestari yang menjadi sumber inspirasi Rembang,” Ujar Baskoro BD, atau yang biasa disapa Mas Pop.

Terutama saat Dr. Dwinita Larasati memaparkan di beberapa negara maju, museum bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. ”Kalau di negara yang memang lebih mapan industrinya, museum itu bukan cuma tempat pengetahuan saja, tapi bisa juga untuk hang-out. Jadi nggak selalu lihat objek/artefaknya karena sudah pernah lihat, jadi ya nongkrong saja di café-nya atau biasanya juga di toko souvenir,” ujarnya.

Paparan tersebut rupanya memantik para peserta dalam proses penyusunan peta jalan. Antusiasme peserta memunculkan ide-ide menarik, salah satunya menghubungkan peran museum ke public. Di mana bukan saja menitik-beratkan pada bangunan fisik museum beserta artefaknya saja, namun jika terhadap lingkungan sekitarnya.

Hasil workshop daring berkesinambungan dengan apa yang menjadi keresahan para peserta, yakni perlu adanya kolaborasi antar pihak baik pemerintah, komunitas kreatif, UMKM, dan masyarakat untuk menjadikan Rembang sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif, baik dari segi revitalisasi desain budayanya, maupun dari segi pemasaran yang dikemas lebih kontemporer. Semuanya dikupas dalam workshop itu. (zen)

  Editor : Ali Mustofa
#itb #pariwisata #museum kartini #OPD Rembang #ekonomi kreatif