Ahdiat Galih, ketua RCCN mengatakan, peserta dari workshop ini sengaja dari beberapa komunitas dan OPD. ”Itu harapannya supaya ada komunikasi, jadi kebutuhan-kebutuhan yang selama ini dianggap momok besar bagi kami bisa mulai terpecahkan, pada prinsipnya, kita semua sama menuju ke arah tujuan yang sama, yaitu menuju Rembang yang lebih baik,” jelasnya
Workshop daring selama dua hari diikuti berbagai perwakilan komunitas kreatif di Rembang dan beberapa perwakilan OPD Rembang. Seperti Kementerian Komunikasi & Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Workshop tersebut tentu merupakan buah diskusi antara OPD Rembang, Perwakilan RCCN, dan Tim Peneliti Design Ethnography Lab. ITB di Pendopo Kabupaten Rembang pada bulan April lalu (23/04/2021) saat membahas isu apa saja yang menjadi perhatian di Kabupaten Rembang.
Museum Kartini tidak luput dari sasaran diskusi selama workshop daring berlangsung. Sebagai aset budaya yang dimiliki oleh Rembang, tentu revitalisasi Museum Kartini menjadi topik hangat untuk dibahas. ”Rembang butuh satu isu bersama, seperti Kartini. Kartini itu sosok kreatif, sosok pelestari yang menjadi sumber inspirasi Rembang,” Ujar Baskoro BD, atau yang biasa disapa Mas Pop.
Terutama saat Dr. Dwinita Larasati memaparkan di beberapa negara maju, museum bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. ”Kalau di negara yang memang lebih mapan industrinya, museum itu bukan cuma tempat pengetahuan saja, tapi bisa juga untuk hang-out. Jadi nggak selalu lihat objek/artefaknya karena sudah pernah lihat, jadi ya nongkrong saja di café-nya atau biasanya juga di toko souvenir,” ujarnya.
Paparan tersebut rupanya memantik para peserta dalam proses penyusunan peta jalan. Antusiasme peserta memunculkan ide-ide menarik, salah satunya menghubungkan peran museum ke public. Di mana bukan saja menitik-beratkan pada bangunan fisik museum beserta artefaknya saja, namun jika terhadap lingkungan sekitarnya.
Hasil workshop daring berkesinambungan dengan apa yang menjadi keresahan para peserta, yakni perlu adanya kolaborasi antar pihak baik pemerintah, komunitas kreatif, UMKM, dan masyarakat untuk menjadikan Rembang sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif, baik dari segi revitalisasi desain budayanya, maupun dari segi pemasaran yang dikemas lebih kontemporer. Semuanya dikupas dalam workshop itu. (zen)
Editor : Ali Mustofa