“Pertumbuhan ekonomi di daerah sangat membantu pemulihan ekonomi nasional. Pertumbuhan itu dimulai dari UMKM dan penciptaan lapangan kerja di daerah. Kami ingin ikut berkontribusi di dua hal itu,” ungkap Direktur Utama Shopee Indonesia Handika Jahja dalam sambutannya.
Pembukaan kantor cabang di Solo ini menjadi perpanjangan kampus UMKM Shopee yang dibuka pada Mei 2021 lalu. Handika mengklaim, kampus UMKM tersebut direspons positif oleh UMKM di Kota Bengawan.
Tercatat lebih dari 6.500 UMKM yang belajar di sana berhasil go ekspor. Sampai akhir tahun, targetnya sebanyak 10 ribu UMKM naik kelas menjadi eksportir baru.
“Melihat antusiasme yang besar, maka kami buka kantor cabang di Solo sebagai bentuk perhatian lebih kami terhadap UMKM di sini,” sambungnya.
Menurutnya, untuk membentuk UMKM daerah yang mampu go international secara optimal perlu dikembangkan talenta lokal. Artinya, Solo bisa menjadi gerbang Indonesia ke pasar global. Sehingga tidak perlu meninggalkan Kota Solo untuk bekerja di perusahaan besar.
“Kami berupaya membawa Solo dalam ekosistem digital. Sekaligus menumbuhkan ekonomi Indonesia dengan menaikkan kelas UMKM,” sambungnya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi pembukaan kantor cabang di Solo. Selain membuka lapangan kerja, Shopee Indonesia membuktikan komitmennya untuk membesarkan dan mendampingi UMKM di Kota Bengawan.
“Dari sisi regulasi dan kerja sama, memang kami permudah. Sebab, ini sangat menguntungkan untuk Kota Solo. Sekali lagi, PPKM Kota Solo baru saja turun di level 2 dengan capaian vaksin 120 persen. Harapannya, kita segera bangkit dari pandemi dan melakukan percepatan pemulihan ekonomi,” pungkasnya. Editor : Ali Mustofa