Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mbak Rerie: Ratu Kalinyamat Sosok Perempuan Inklusif Kosmopolitan

Ali Mustofa • Selasa, 16 April 2019 | 20:50 WIB
NYATA ADANYA: Penampilan Jepara dalam Karnaval Keprajuritan Nusantara di TMII belum lama ini. (DOK. RADAR KUDUS)
NYATA ADANYA: Penampilan Jepara dalam Karnaval Keprajuritan Nusantara di TMII belum lama ini. (DOK. RADAR KUDUS)


JAKARTA – Sosok Ratu Kalinyamat diperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional. Dari bukti yang dikumpulkan Yayasan Dharma Bakti Lestari, kisah Ratu Kalinyamat bukan mitos. Melainkan catatan sejarah yang memiliki sosok perempuan inklusif kosmopolitan.

Pembina Yayasan DBL Lestari Moerdijat sudah membentuk tim peneliti dan penulis naskah akademik dengan mempelajari literasi dan sumber-sumber asli. Gunanya untuk menepis anggapan bahwa Ratu Kalinyamat adalah mitos tentang ratu visioner tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (12/4) lalu, perempuan yang biasa disapa Mbak Rerie ini menyatakan, berdasarkan catatan sejarah yang ditulis bangsa Portugis menunjukkan bahwa Ratu Kalinyamat disebut sebagai Rainha de Jepara (Ratu Jepara). Di catatan itu memang ada. Jadi, bukan mitos dan bukan pula milik komunitas tertentu.

Pada dasarnya mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan. Mitos kerap disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal untuk membentuk model sifat-sifat tertentu. Juga sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Menurut Mbak Rerie, kehadiran Ratu Kalinyamat bukan milik komunitas Jepara saja, karena Ratu Kalinyamat merupakan sosok perempuan yang inklusif sekaligus kosmopolitan. Sebagai perempuan yang inklusif, menurut dia, Ratu Kalinyamat menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain atau kelompok lain dalam melihat dunia. Ratu Kalinyamat berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah.

Hal inilah yang mendasari Ratu Kalinyamat membantu Sultan Johor dan Sultan Aceh menjaga kedaulatan lalu lintas perdagangan Nusantara dan antarpulau.

Sedangkan semangat kosmopolitan yang dimiliki Ratu Kalinyamat identik dengan keterbukaan, merangkul semua golongan, kepentingan, dan wacana setiap zaman. Kemampuannya dibuktikan dengan membangun armada maritim yang tak hanya berasal dari masyarakat Jepara, tetapi juga dari masyarakat Demak, Cirebon, dan Banten. Mereka juga berasal dari berbagai golongan.

”Kepentingan untuk memiliki jalur pelayaran dan perdagangan yang aman dan berdaulat menjadi cita-cita bersama antara Ratu Kalinyamat dengan Sultan Aceh dan Johor,” ujar Mbak Rerie.

Dia menilai, kepahlawanan Ratu Kalinyamat dapat diangkat secara nasional demi kepentingan bangsa Indonesia yang juga inklusif dan kosmopolitan. ”Hanya orang-orang tertentu yang mampu menjadi wacana setiap masyarakat Indonesia. Salah seorang itu adalah Ratu Kalinyamat,” katanya.

Lestari juga mengatakan, sisi kepahlawanan Ratu Kalinyamat dapat menjadikan masyarakat terlibat dalam pembangunan Indonesia secara aktif, kreatif, sekaligus holistik.

Malah, menurut dia, yang paling penting dari kepahlawanan Ratu Kalinyamat adalah dapat menjadi figur yang seharusnya menjadi panutan untuk membantu masyarakat. Terutama generasi muda, khususnya perempuan. Selain itu, mengeksplorasi identitas dirinya, sehingga kalangan muda dapat mengembangkan personal value yang positif. (lin) Editor : Ali Mustofa
#Ratu Kalinyamat #Lestari Moerdijat #pahlawan nasional