Bukan Sekadar Boneka Lucu, Mengapa Gen Z Rela Berburu Blind Box?

Azka Ilham Najan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48 WIB
Fenomena blind box yang kini digemari Gen Z. Kemasan misterius dan beragam karakter unik menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk berburu dan melengkapi koleksi.
Fenomena blind box yang kini digemari Gen Z. Kemasan misterius dan beragam karakter unik menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk berburu dan melengkapi koleksi.

RADAR KUDUS – Blind box menjadi salah satu produk koleksi yang menarik perhatian Generasi Z atau Gen Z.

Produk ini dijual dalam kemasan tertutup sehingga pembeli tidak mengetahui karakter yang akan didapatkan sebelum membukanya.

Unsur kejutan tersebut membuat blind box terasa berbeda dari pembelian mainan biasa.

Popularitasnya juga didukung oleh desain karakter yang unik dan menggemaskan.

Namun, daya tarik blind box bukan hanya terletak pada bentuk produknya, melainkan juga pengalaman saat membuka kemasan hingga keinginan mengumpulkan berbagai karakter dalam satu seri.

Rasa Penasaran dan Sensasi Unboxing

Salah satu alasan blind box diminati adalah rasa penasaran terhadap isi kemasan.

Pembeli tidak mengetahui apakah akan mendapatkan karakter favorit, karakter biasa, atau varian langka.

Ketidakpastian ini membuat momen membuka kemasan terasa menegangkan sekaligus menyenangkan.

Baca Juga: Perbedaan Introvert Dan Ekstrovert Dari Pola Pengisian Energi Hingga Cara Mengambil Keputusan

Pengalaman tersebut sering dibagikan melalui video unboxing di media sosial.

Reaksi terkejut ketika mendapatkan karakter incaran atau menemukan varian langka dapat membuat orang lain ikut penasaran dan tertarik mencoba.

Keinginan Melengkapi Koleksi

Bagi sebagian kolektor, mendapatkan satu karakter belum tentu cukup. Mereka ingin mengumpulkan seluruh karakter dalam satu seri agar koleksinya terasa lengkap.

Keberadaan varian langka juga membuat proses berburu blind box menjadi tantangan tersendiri.

Namun, sistem pembelian acak membuat karakter yang diinginkan tidak selalu didapatkan.

Kondisi ini dapat mendorong pembeli mencoba membeli kotak lainnya.

Karena itu, penting untuk menetapkan batas pengeluaran agar keinginan melengkapi koleksi tidak membuat pengeluaran berlebihan.

Pengaruh Media Sosial dan Tren Pertemanan

Media sosial ikut memperkenalkan blind box kepada khalayak yang lebih luas.

Foto koleksi, video unboxing, dan ulasan produk membuat karakter tertentu semakin dikenal.

Ketika banyak kreator konten atau teman sebaya membicarakan produk yang sama, rasa penasaran untuk ikut mencoba pun dapat meningkat.

Baca Juga: 4 Alasan Gen Z Ramai Jual Baju Preloved

Selain itu, blind box bisa menjadi sarana berinteraksi dengan sesama penggemar.

Kolektor dapat bertukar karakter, membandingkan koleksi, atau berbagi pengalaman ketika mendapatkan figur incaran.

Hal ini membuat kegiatan mengoleksi tidak hanya berhubungan dengan barang, tetapi juga pengalaman sosial.

Meski demikian, tren yang ramai di media sosial tidak harus selalu diikuti.

Pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial sebelum memutuskan membeli.

Tetap Bijak Menjadikan Blind Box sebagai Hobi

Blind box menawarkan perpaduan antara desain menarik, kejutan, dan kesenangan mengoleksi.

Bagi Gen Z, pengalaman tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus cara mengekspresikan minat pribadi.

Agar tetap menyenangkan, pembeli dapat menentukan anggaran khusus dan tidak terus membeli hanya karena belum mendapatkan karakter yang diinginkan.

Jika ingin memperoleh figur tertentu, bertukar atau membeli karakter secara langsung dari kolektor lain juga dapat menjadi alternatif.

Pada akhirnya, daya tarik blind box bukan sekadar boneka lucu di dalam kemasan.

Rasa penasaran, kepuasan melengkapi koleksi, serta pengalaman yang dibagikan di media sosial turut membuat produk ini diminati.

Dengan pengeluaran yang terkontrol, blind box dapat tetap menjadi hobi tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Editor : Ali Mustofa
koleksi blind box tren unboxing Gen Z blind box Pengaruh media sosial