RADAR KUDUS – Tugas kuliah yang sudah diberikan sejak beberapa hari lalu terkadang baru dikerjakan ketika batas pengumpulan tinggal hitungan jam.
Menariknya, sebagian mahasiswa justru merasa lebih fokus dan terdorong menyelesaikan pekerjaan saat waktu semakin sempit.
Kondisi ini berkaitan dengan tekanan waktu dan kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi.
Ketika tenggat masih lama, mahasiswa cenderung merasa masih memiliki banyak kesempatan untuk mengerjakan tugas.
Namun, ketika deadline semakin dekat, kebutuhan untuk segera menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih mendesak.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar mahasiswa cenderung meningkat ketika jadwal ujian atau batas pengumpulan tugas semakin dekat.
Deadline Membuat Pekerjaan Terasa Mendesak
Salah satu alasan mahasiswa mendadak fokus adalah munculnya tekanan waktu.
Ketika batas pengumpulan semakin dekat, mahasiswa menyadari bahwa kesempatan untuk menyelesaikan tugas semakin terbatas.
Situasi tersebut dapat mendorong mereka mengurangi aktivitas lain dan memusatkan perhatian pada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Punya Ide Lagu tapi Tak Bisa Bikin Musik? Begini Cara Membuatnya Lewat Suno AI
Tugas yang sebelumnya terus ditunda akhirnya menjadi prioritas karena ada konsekuensi jika terlambat dikumpulkan.
Selain itu, deadline memberikan target yang jelas. Mahasiswa memiliki batas waktu konkret sehingga terdorong menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Kebiasaan Menunda Membuat Waktu Terasa Sempit
Fenomena ini juga berkaitan dengan prokrastinasi, yaitu kecenderungan menunda pekerjaan meskipun seseorang mengetahui bahwa penundaan dapat menimbulkan masalah.
Mahasiswa mungkin memilih bermain HP, menonton film, atau melakukan kegiatan lain karena tugas terasa berat dan batas pengumpulannya masih lama.
Akibatnya, pekerjaan menumpuk dan baru dikerjakan ketika waktu hampir habis.
Penundaan tidak selalu disebabkan oleh kemalasan.
Tugas yang dianggap sulit, rasa takut mendapatkan hasil yang kurang baik, atau kesulitan memulai pekerjaan juga dapat membuat seseorang menghindari tugas untuk sementara waktu.
Namun, kebiasaan ini dapat meningkatkan stres ketika deadline semakin dekat.
Fokus Meningkat, tetapi Hasil Belum Tentu Maksimal
Meski tekanan waktu bisa mendorong mahasiswa bekerja lebih cepat, bukan berarti hasilnya selalu lebih baik.
Waktu yang terbatas dapat membuat mahasiswa melewatkan proses membaca ulang, memeriksa kesalahan, atau memperbaiki kualitas tugas.
Penelitian mengenai aktivitas belajar mahasiswa juga menunjukkan bahwa peningkatan usaha menjelang deadline dapat disertai meningkatnya tekanan dan kecemasan.
Karena itu, produktivitas sesaat di bawah tekanan perlu dibedakan dari proses belajar yang terencana dan berkualitas.
Agar tidak terus bergantung pada sistem kebut semalam, mahasiswa dapat membagi tugas menjadi beberapa bagian kecil dan menetapkan tenggat pribadi sebelum batas pengumpulan sebenarnya.
Dengan begitu, pekerjaan bisa dimulai lebih awal tanpa harus menunggu tekanan muncul.
Pada akhirnya, mahasiswa yang mendadak fokus saat deadline tinggal hitungan jam bukanlah fenomena yang aneh.
Tekanan waktu dapat meningkatkan dorongan untuk bertindak, tetapi menjadikan kebiasaan tersebut sebagai pola utama berisiko menambah stres dan mengurangi kesempatan menghasilkan tugas yang lebih matang.
(Azka Ilham Najan)
Editor : Ali Mustofa