KUDUS – Pernikahan mewah dengan tamu dalam jumlah besar bukan lagi satu-satunya pilihan.
Di kalangan Gen Z, konsep intimate wedding justru semakin diminati karena menawarkan suasana yang lebih personal, sederhana, dan bermakna.
Intimate wedding biasanya digelar dengan jumlah tamu terbatas, seperti keluarga dan sahabat terdekat.
Selain terasa lebih hangat, konsep ini juga dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup Gen Z yang mengutamakan pengalaman dan efisiensi.
1. Lebih Personal dan Bermakna
Dengan tamu yang terbatas, pengantin bisa lebih leluasa berinteraksi dengan orang-orang terdekat.
Pernikahan pun terasa lebih intim dan tidak sekadar menjadi acara formalitas.
2. Lebih Hemat Biaya
Jumlah tamu yang sedikit membuat kebutuhan katering, venue, dekorasi, hingga suvenir bisa lebih terkontrol.
Dana yang tersisa dapat digunakan untuk kebutuhan setelah menikah, seperti rumah, tabungan, atau dana darurat.
3. Lebih Santai dan Minim Stres
Pesta besar membutuhkan persiapan yang panjang dan cukup melelahkan.
Intimate wedding membuat pasangan bisa lebih fokus menikmati momen tanpa terlalu sibuk mengurus banyak tamu.
4. Estetik dan Fleksibel
Konsep intimate memungkinkan pasangan lebih bebas memilih dekorasi, venue, hingga tema sesuai karakter mereka.
Suasana yang minimalis dan hangat juga membuat momen pernikahan terlihat lebih natural saat diabadikan.
Pada akhirnya, intimate wedding bukan berarti mengurangi kemeriahan pernikahan, tetapi memilih merayakannya dengan cara yang lebih personal.
Bagi Gen Z, pernikahan yang berkesan bukan soal seberapa banyak tamu yang datang, melainkan siapa saja yang hadir untuk berbagi kebahagiaan.
Editor : Ali MustofaSumber : Google, Kompasiana