RADAR KUDUS - Tidak banyak beraktivitas di luar ruangan membuat tubuh lebih jarang terkena sinar matahari. Kondisi ini kemudian sering dikaitkan dengan kekhawatiran kekurangan vitamin D. Padahal, kebutuhan vitamin D tidak hanya bisa diperoleh dari paparan sinar matahari.
Vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan sejumlah fungsi penting. Selain membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, vitamin ini juga berperan dalam fungsi otot serta sistem saraf.
Tubuh memang mampu memproduksi vitamin D ketika kulit mendapatkan paparan sinar ultraviolet B (UVB). Namun, kebutuhan vitamin D juga dapat dipenuhi melalui makanan, produk pangan yang telah difortifikasi, maupun suplemen dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Selalu Punya Bahan Obrolan, 5 Zodiak Ini Dikenal Paling Komunikatif
Karena itu, jarang terkena matahari tidak otomatis berarti tubuh pasti kekurangan vitamin D. Asupan makanan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
1. Membantu Menjaga Kekuatan Tulang dan Gigi
Salah satu fungsi vitamin D yang paling dikenal adalah membantu tubuh menyerap kalsium. Mineral tersebut berperan penting dalam membangun sekaligus mempertahankan kepadatan dan kekuatan tulang.
Vitamin D juga membantu mengatur keseimbangan mineral di dalam tubuh. Dengan demikian, kecukupan vitamin D turut mendukung kesehatan tulang dan gigi.
Sebaliknya, kekurangan vitamin D dalam waktu lama dapat berdampak terhadap kondisi tulang. Pada orang dewasa, defisiensi vitamin D yang berat dapat menyebabkan osteomalasia, yaitu kondisi ketika tulang menjadi lebih lunak dan lemah.
Jadi, manfaat vitamin D tidak sebatas berkaitan dengan tulang. Nutrisi ini juga memiliki kaitan dengan pemeliharaan kesehatan gigi melalui perannya dalam metabolisme kalsium dan mineral tubuh.
2. Mendukung Kerja Otot dan Sistem Saraf
Vitamin D juga dibutuhkan agar otot dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, nutrisi ini berperan dalam fungsi sistem saraf yang membantu menyampaikan pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya.
Kondisi kekurangan vitamin D yang cukup berat dapat berkaitan dengan kelemahan otot. Karena itu, kebutuhan vitamin D tetap perlu diperhatikan, termasuk oleh orang yang masih muda dan merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja.
Pemenuhan vitamin D tidak berarti seseorang harus terus-menerus berada di bawah sinar matahari. Kebutuhannya dapat diperoleh melalui kombinasi sumber yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: Sering Scroll HP Berjam-jam? Ini 5 Dampak yang Bisa Terjadi pada Tubuh
3. Berkaitan dengan Kesehatan Mental
Vitamin D juga banyak dibahas dalam kaitannya dengan kesehatan otak dan kondisi mental. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan risiko depresi yang lebih tinggi.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa kekurangan vitamin D menjadi penyebab depresi. Begitu pula dengan konsumsi suplemen vitamin D yang belum terbukti dapat mencegah atau mengurangi gejala depresi pada semua orang.
Artinya, vitamin D memang memiliki peran dalam tubuh dan berkaitan dengan berbagai fungsi, tetapi manfaat suplemen untuk kondisi kesehatan mental tidak bisa disimpulkan secara umum untuk setiap orang.
Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D
Salah satu cara tubuh memperoleh vitamin D adalah melalui paparan sinar matahari. Ketika kulit terkena UVB, tubuh dapat memproduksi vitamin D.
Namun, paparan matahari tetap perlu dilakukan secara bijak. Seseorang tidak perlu sengaja berlama-lama di bawah sinar matahari hanya untuk mengejar asupan vitamin D karena paparan sinar ultraviolet juga memiliki risiko terhadap kesehatan kulit.
Selain dari matahari, vitamin D dapat diperoleh melalui sejumlah makanan. Beberapa sumbernya antara lain ikan berlemak seperti salmon, sarden, tuna, dan ikan kembung. Kuning telur dan hati sapi juga termasuk makanan yang mengandung vitamin D.
Vitamin D juga dapat ditemukan pada produk yang telah melalui proses fortifikasi, seperti beberapa jenis susu dan yoghurt. Sementara itu, jamur yang memperoleh paparan sinar ultraviolet juga dapat menjadi salah satu sumber vitamin D.
Bagi orang yang kebutuhan vitamin D-nya belum tercukupi melalui makanan atau memiliki risiko mengalami kekurangan vitamin D, suplemen dapat dipertimbangkan. Namun, penggunaannya sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, memenuhi kebutuhan vitamin D tidak harus dilakukan dengan hanya mengandalkan sinar matahari. Pola makan yang beragam, sumber makanan yang mengandung vitamin D, produk fortifikasi, serta suplemen bila memang diperlukan dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.
Editor : Mahendra Aditya