RADAR KUDUS - Menggulir layar ponsel atau scrolling media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Aktivitas ini sering dilakukan sambil duduk, membungkuk, bahkan berbaring dalam waktu yang cukup lama.
Sekilas, kebiasaan tersebut memang terlihat sederhana dan tidak berbahaya. Namun, ketika dilakukan berjam-jam tanpa jeda, posisi tubuh yang sama dan gerakan berulang dapat memberikan tekanan pada sejumlah bagian tubuh.
Mulai dari leher dan bahu hingga tangan, mata, serta aktivitas otot, penggunaan ponsel yang berlebihan dapat memunculkan berbagai keluhan fisik. Berikut beberapa perubahan dan masalah fisik yang dapat berkaitan dengan kebiasaan scrolling terlalu lama.
Baca Juga: Tidur Siang Jangan Kelamaan! Ini Durasi Ideal dan Efek Jika Lebih dari 30 Menit
1. Kepala dan Leher Terbiasa Condong ke Depan
Coba perhatikan posisi tubuh ketika sedang asyik melihat layar ponsel. Tanpa sadar, kepala sering menunduk, leher maju ke depan, dan punggung bagian atas membungkuk.
Masalahnya, tubuh tidak dirancang untuk mempertahankan posisi tersebut dalam waktu lama. Ketika kepala berada jauh di depan posisi tubuh yang normal, otot leher dan punggung bagian atas harus bekerja lebih keras untuk menopangnya.
Pada awalnya, efek yang dirasakan mungkin hanya berupa pegal atau kaku setelah terlalu lama menggunakan ponsel. Namun, jika posisi tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari, ketegangan pada leher, bahu, dan punggung bagian atas dapat semakin sering muncul.
Karena itu, memperhatikan posisi kepala dan leher saat menggunakan ponsel penting dilakukan, terutama ketika aktivitas scrolling berlangsung cukup lama.
2. Bahu Lebih Mudah Tegang dan Kaku
Bukan hanya leher yang terdampak, bahu juga dapat ikut menegang ketika seseorang terlalu lama menggunakan ponsel.
Saat berkonsentrasi pada layar, seseorang sering tidak menyadari bahwa bahunya terangkat atau berada dalam posisi tegang. Kondisi tersebut bahkan terkadang baru terasa setelah tubuh kembali rileks.
Jika berlangsung berulang kali, ketegangan tersebut dapat membuat bahu terasa kaku dan pegal. Tubuh juga bisa terbiasa mempertahankan posisi tertentu sehingga postur yang kurang ideal terasa seperti posisi normal.
Memberikan jeda secara berkala dan mengubah posisi tubuh dapat membantu mengurangi ketegangan akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama.
Baca Juga: Air Putih Memang Penting, tapi Kebanyakan Minum Bisa Ganggu Tubuh
3. Tangan dan Pergelangan Tangan Ikut Terbebani
Gerakan jari yang tampak kecil ketika menggulir layar sebenarnya dilakukan berulang kali. Jika berlangsung dalam waktu lama, gerakan tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada jari, tangan, pergelangan tangan, hingga lengan bawah.
Cara memegang ponsel juga dapat memengaruhi tingkat ketegangan. Menggenggam perangkat terlalu erat atau mempertahankan posisi pergelangan tangan yang menekuk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan tambahan pada otot dan persendian.
Penggunaan ponsel secara berlebihan juga pernah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom lorong karpal. Kondisi ini terjadi ketika saraf medianus di area pergelangan tangan mengalami tekanan.
Meski tidak setiap orang yang sering menggunakan ponsel akan mengalami kondisi tersebut, kebiasaan melakukan gerakan tangan secara berulang tetap perlu diimbangi dengan istirahat dan perubahan posisi.
4. Mata Lebih Cepat Lelah
Mata juga tidak luput dari dampak penggunaan layar dalam waktu lama. Ketika menatap ponsel terus-menerus, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Ditambah lagi, layar ponsel umumnya dilihat dari jarak dekat. Kombinasi antara menatap jarak dekat dalam waktu lama dan berkurangnya frekuensi berkedip dapat membuat mata terasa kering, lelah, iritasi, atau tegang.
Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala, penglihatan sementara menjadi kabur, atau merasa kesulitan ketika mengalihkan pandangan dari layar ke objek yang lebih jauh.
Kebiasaan melihat ponsel juga sering terbawa hingga waktu istirahat. Banyak orang menjadikan ponsel sebagai benda yang dilihat sesaat setelah bangun dan kembali digunakan menjelang tidur. Karena itu, memberikan waktu istirahat bagi mata tetap penting di tengah penggunaan perangkat digital sehari-hari.
Baca Juga: Sering Susah BAB di Pagi Hari? Coba 6 Rutinitas Ini Sebelum Tidur
5. Aktivitas Fisik Berkurang dan Massa Otot Bisa Menurun
Dampak lain yang sering luput diperhatikan bukan berasal langsung dari gerakan scrolling, melainkan dari minimnya aktivitas fisik ketika seseorang terlalu lama menggunakan ponsel.
Bayangkan ketika seseorang menghabiskan waktu satu jam hanya untuk melihat layar. Selama periode tersebut, tubuh bisa berada dalam posisi yang hampir tidak berubah dan hanya melakukan sedikit gerakan.
Jika kebiasaan duduk atau berbaring sambil menggunakan ponsel menggantikan aktivitas fisik secara terus-menerus, otot menjadi lebih jarang digunakan. Dalam jangka panjang, kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap penurunan kekuatan dan massa otot.
Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kebugaran tubuh secara keseluruhan. Karena itu, persoalannya bukan sekadar berapa lama seseorang memegang ponsel, tetapi juga seberapa banyak waktu yang dihabiskan tubuh dalam kondisi pasif.
Pada akhirnya, menggunakan ponsel bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah durasi penggunaan, posisi tubuh, serta kebiasaan mengambil jeda.
Mengubah posisi secara berkala, mengistirahatkan mata, tidak menggenggam ponsel terlalu erat, dan menyelingi waktu scrolling dengan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi beban pada tubuh. Kebiasaan kecil tersebut menjadi semakin penting ketika penggunaan ponsel sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Editor : Mahendra Aditya