Tidur Siang Jangan Kelamaan! Ini Durasi Ideal dan Efek Jika Lebih dari 30 Menit

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:07 WIB
Ilustrasi perempuan tidur pulas (freepik)
Ilustrasi perempuan tidur pulas (freepik)

RADAR KUDUS - Tidur siang bisa menjadi cara sederhana untuk mengembalikan energi setelah beraktivitas sejak pagi. Namun, durasi tidur ternyata menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Tidur terlalu lama justru berpotensi membuat tubuh terasa lebih berat setelah bangun dan mengganggu pola tidur pada malam hari.

Sejumlah pakar menyarankan tidur siang dalam waktu singkat agar tubuh memperoleh manfaat tanpa masuk terlalu jauh ke dalam fase tidur. Waktu tidur siang juga sebaiknya diperhatikan agar tidak mengganggu ritme alami tubuh.

Lantas, berapa lama waktu yang ideal untuk tidur siang dan apa yang terjadi jika dilakukan terlalu lama?

Baca Juga: Air Putih Memang Penting, tapi Kebanyakan Minum Bisa Ganggu Tubuh

Tidur Siang Ideal Sekitar 10-30 Menit

Michael J. Breus, PhD., DABSM, menyarankan tidur siang selama sekitar 20 hingga 25 menit. Menurutnya, waktu yang tepat untuk melakukannya adalah ketika energi tubuh mengalami penurunan secara alami pada siang hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 sampai 15.00.

Sementara itu, Shelby Harris, PsyD., DBSM., merekomendasikan durasi yang lebih singkat, yakni sekitar 10 hingga 20 menit.

Durasi tersebut dinilai cukup untuk membuat tubuh terasa lebih segar tanpa membuat seseorang masuk terlalu dalam ke fase tidur. Dengan demikian, proses bangun tidur juga cenderung lebih mudah dan risiko merasa linglung setelah bangun dapat dikurangi.

Secara umum, tidur siang singkat sekitar 10 hingga 30 menit dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan jeda untuk memulihkan energi di tengah aktivitas.

Tidur Siang Terlalu Lama Bisa Bikin Linglung

Niat beristirahat sebentar terkadang berubah menjadi tidur selama satu atau bahkan beberapa jam. Padahal, tidur siang yang terlalu panjang dapat menimbulkan sejumlah efek yang kurang menyenangkan.

Dr. Madhat Arnouk menjelaskan bahwa tidur siang terlalu lama, terutama ketika dilakukan pada sore atau mendekati malam, dapat menggeser waktu tidur malam. Akibatnya, durasi tidur malam bisa berkurang atau ritme sirkadian tubuh menjadi terganggu.

Tidur lebih dari 30 menit juga dapat membuat sebagian orang mengalami sleep inertia. Kondisi ini ditandai dengan rasa linglung, bingung, atau sulit kembali fokus setelah terbangun.

Merujuk Neurophysiologie (2024), efek sleep inertia dapat membutuhkan waktu hingga sekitar satu jam untuk benar-benar mereda. Karena itu, tidur siang lebih lama tidak selalu berarti tubuh mendapatkan pemulihan yang lebih baik.

Baca Juga: Bawang Merah Digoreng Masih Bergizi? Ini Penjelasan dan Cara Mengolahnya

Tidur Siang Bukan Pengganti Tidur Malam

Tidur siang memang dapat membantu mengembalikan energi, tetapi tidak seharusnya dijadikan pengganti tidur malam yang cukup.

Breus menjelaskan bahwa tidur siang idealnya digunakan sebagai strategi untuk mengisi kembali energi setelah menjalani aktivitas selama paruh pertama hari, bukan untuk menutup kekurangan tidur malam secara rutin.

Tidur malam tetap memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh. Karena itu, jika seseorang terus-menerus membutuhkan tidur siang yang panjang untuk mengatasi rasa lelah akibat kurang tidur pada malam hari, pola tidur secara keseluruhan perlu diperhatikan.

Bisa Membantu Konsentrasi dan Fungsi Kognitif

Jika dilakukan dengan durasi yang tepat, tidur siang tidak hanya membuat tubuh terasa lebih segar. Kebiasaan ini juga dapat memberikan manfaat terhadap kemampuan berpikir dan menjalankan aktivitas.

Menurut Sleep Foundation, tidur siang dapat membantu mendukung sejumlah fungsi kognitif, termasuk daya ingat, penalaran logis, serta kemampuan menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi.

Tidur siang juga berpotensi membantu tubuh menghadapi dampak kurang tidur. Sebuah penelitian berskala kecil yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa tidur siang dapat membantu mengurangi stres dan mendukung sistem kekebalan tubuh pada orang yang mengalami keterbatasan waktu tidur pada malam sebelumnya.

Namun, manfaat tersebut bukan berarti tidur siang semakin lama akan semakin baik. Durasi tetap menjadi faktor penting agar waktu istirahat tidak berbalik mengganggu pola tidur.

Karena itu, tidur siang sekitar 10 hingga 30 menit dapat menjadi pilihan untuk membantu memulihkan energi tanpa terlalu meningkatkan risiko rasa linglung setelah bangun. Jika dilakukan terlalu lama atau terlalu sering untuk menggantikan tidur malam, kebiasaan tersebut justru dapat berkontribusi terhadap gangguan tidur, termasuk insomnia.

Pada akhirnya, tidur siang sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti tidur malam. Dengan durasi yang singkat dan waktu yang tepat, kebiasaan ini dapat menjadi jeda yang membantu tubuh kembali bugar sebelum melanjutkan aktivitas.

Editor : Mahendra Aditya
durasi tidur siang ideal manfaat tidur siang efek tidur siang terlalu lama waktu tidur siang yang baik tidur siang 30 menit