Air Putih Memang Penting, tapi Kebanyakan Minum Bisa Ganggu Tubuh

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:51 WIB
Ilustrasi minum air putih (Thinkstockphotos)
Ilustrasi minum air putih (Thinkstockphotos)

RADAR KUDUS - Minum air yang cukup merupakan bagian penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, kebutuhan cairan bukan berarti semakin banyak air yang diminum maka semakin baik. Asupan air yang berlebihan, terutama dalam waktu singkat, justru dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kerja ginjal. Salah satu fungsi penting ginjal adalah membantu mengatur jumlah cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Ketika cairan masuk jauh lebih cepat daripada kemampuan ginjal untuk membuangnya, keseimbangan tersebut dapat terganggu.

Merujuk Cleveland Clinic, terlalu banyak minum secara konsisten dapat menimbulkan risiko tertentu, terutama pada orang yang memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi fungsi ginjal.

Baca Juga: Bawang Merah Digoreng Masih Bergizi? Ini Penjelasan dan Cara Mengolahnya

Terlalu Banyak Air Bisa Mengencerkan Natrium dalam Darah

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan ketika seseorang minum air dalam jumlah berlebihan adalah terganggunya kadar elektrolit dalam tubuh.

Whitney Stuart, M.S., RDN., menjelaskan bahwa asupan cairan yang terlalu banyak dapat menurunkan konsentrasi natrium dalam darah. Kondisi ketika kadar natrium menjadi terlalu rendah ini dikenal sebagai hiponatremia.

Situasi tersebut dapat terjadi ketika air masuk ke dalam tubuh lebih cepat daripada kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya. Akibatnya, cairan tubuh menjadi terlalu encer dan keseimbangan elektrolit terganggu.

Gejalanya dapat berupa tubuh terasa lemas dan kram otot. Dalam kondisi yang lebih serius, gangguan kadar natrium juga dapat memengaruhi fungsi tubuh lainnya, termasuk menyebabkan gangguan irama jantung.

Karena itu, minum air dalam jumlah besar sekaligus bukan merupakan cara yang tepat untuk menjaga hidrasi. Tubuh memiliki kemampuan terbatas dalam mengatur dan membuang kelebihan cairan.

Ginjal Harus Bekerja Lebih Keras untuk Membuang Cairan Berlebih

Salah satu tanda yang cukup mudah dikenali ketika tubuh menerima terlalu banyak cairan adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Ketika volume cairan dalam tubuh meningkat, ginjal akan berusaha membuang kelebihan tersebut melalui urine. Dengan kata lain, semakin banyak cairan yang masuk, semakin besar pula pekerjaan ginjal untuk mengatur dan mengeluarkannya.

Ahli gizi Whitney Stuart dan Elizabeth Shaw, M.S., RDN., menekankan bahwa asupan cairan yang secara konsisten melebihi kemampuan ginjal untuk membuangnya dapat menimbulkan masalah pada kondisi tertentu.

Pada orang dengan fungsi ginjal yang normal, tubuh umumnya memiliki kemampuan untuk mengatur kelebihan cairan. Namun, risikonya dapat berbeda pada orang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Orang dengan penyakit ginjal, misalnya, dapat memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengatur cairan. Kondisi seperti gagal jantung juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, kebutuhan minum tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang.

Baca Juga: Sering Susah BAB di Pagi Hari? Coba 6 Rutinitas Ini Sebelum Tidur

Kapan Tubuh Membutuhkan Lebih Banyak Cairan?

Kebutuhan cairan seseorang bergantung pada berbagai faktor. Tingkat aktivitas, berat badan, kondisi lingkungan, suhu udara, serta kondisi kesehatan dapat memengaruhi jumlah cairan yang diperlukan tubuh.

Dalam kondisi tertentu, kebutuhan cairan dapat meningkat. Seseorang yang melakukan aktivitas fisik berat atau berada di lingkungan dengan suhu tinggi akan kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat.

Begitu pula ketika tubuh mengalami demam, diare, atau muntah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sekaligus elektrolit, termasuk natrium dan kalium.

Pada situasi seperti ini, mengganti cairan yang hilang memang penting. Namun, proses rehidrasi juga perlu dilakukan secara tepat agar tubuh tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan cairan.

Tidak ada satu angka yang otomatis cocok untuk semua orang. Sebagai gambaran umum, konsumsi sekitar 2 hingga 3 liter cairan per hari sering digunakan sebagai kisaran kebutuhan orang dewasa sehat, tetapi kebutuhan aktual dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing.

Jadi, menjaga hidrasi bukan berarti memaksakan diri untuk minum air sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah menyesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan tubuh, aktivitas, lingkungan, dan kondisi kesehatan.

Jika memiliki penyakit ginjal, gagal jantung, atau kondisi medis lain yang memengaruhi keseimbangan cairan, kebutuhan minum sebaiknya disesuaikan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

Editor : Mahendra Aditya
terlalu banyak minum air efek kebanyakan minum air dampak minum air berlebihan overhidrasi Kesehatan ginjal