Mitos Rambut Kundhup Melati, Benarkah Jadi Tanda Wanita Akan Menjadi Janda Muda?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:13 WIB
Ilustrasi wanita dengan garis Rambut membentuk huruf V. (Gemini AI)
Ilustrasi wanita dengan garis Rambut membentuk huruf V. (Gemini AI)

RADAR KUDUS – Rambut dengan garis membentuk huruf V di tengah dahi kerap disebut kundhup melati atau kudup melati. Bentuk rambut ini pernah dikaitkan dengan mitos bahwa perempuan yang memilikinya akan menjadi janda di usia muda.

Namun, anggapan tersebut tidak memiliki bukti yang mendukungnya.

Kundhup melati sebenarnya merujuk pada bentuk garis rambut alami yang menyerupai kuncup bunga melati. Dalam budaya Jawa, istilah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan bentuk fisik, tetapi juga memiliki filosofi mengenai kerapian, kebersihan, keanggunan, dan ketenangan.

Dalam istilah berbahasa Inggris, bentuk garis rambut serupa dikenal sebagai widow's peak. Menurut Ann Pietrangelo dari Healthline, istilah tersebut memiliki kaitan dengan Inggris pada abad ke-18.

Baca Juga: Cari Pasangan Green Flag? 5 Zodiak Ini Dikenal Setia, Empati, dan Suportif

Saat itu, perempuan yang kehilangan suaminya digambarkan mengenakan topi hitam berbentuk segitiga dengan bagian ujung berada di tengah dahi.

Dari situlah kemudian muncul anggapan yang menghubungkan garis rambut tersebut dengan status janda.

Seiring waktu, mitos itu berkembang menjadi kepercayaan bahwa perempuan dengan kundhup melati berpotensi menjadi janda muda. Padahal, bentuk garis rambut tidak dapat dijadikan dasar untuk memprediksi kehidupan pernikahan seseorang.

Mitos lain juga mengaitkan garis rambut berbentuk V dengan karakter jahat. Sierra Hernandez dari WebMD menjelaskan, gambaran tersebut antara lain dipengaruhi budaya populer yang kerap menampilkan tokoh antagonis dengan bentuk garis rambut serupa.

Dracula menjadi salah satu contoh karakter yang sering digambarkan demikian. Namun, pola rambut tersebut juga dimiliki tokoh populer lain yang tidak memiliki karakter serupa, seperti Marilyn Monroe.

Dalam filosofi Jawa, istilah kundhup melati justru dapat dimaknai secara lebih positif. Melati dikenal sebagai simbol kesucian dan kemurnian serta banyak digunakan dalam berbagai upacara keagamaan maupun pernikahan. Sementara bentuk kuncupnya memberikan kesan tenang dan damai.

Rambut yang bersih dan tertata juga dipandang sebagai bagian dari penghormatan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Filosofi tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan rambut, merawatnya sesuai kebutuhan, serta menata penampilan dengan baik.

Baca Juga: Lahir Rabu Pon? Ini Karakter dan Pantangan Menurut Kepercayaan Primbon Jawa

Lebih jauh, makna kundhup melati dapat dikaitkan dengan ajaran untuk menjaga hati dan niat tetap baik, bersikap anggun dan bijaksana, serta mempertahankan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, kundhup melati lebih tepat dipahami sebagai istilah dan filosofi budaya, bukan pertanda pasti mengenai masa depan seseorang.

Editor : Mahendra Aditya
rambut kundhup melati mitos kundhup melati arti rambut kundhup melati kudup melati widow's peak