Tapi ada satu hal yang membuat saya bingung.
Lensanya dilepas.
“Lah, terus buat apa beli kacamata?” pikir saya.
Kacamata yang seharusnya membantu penglihatan kini hanya menyisakan bingkai.
Tidak ada lensa, tidak ada fungsi untuk membantu mata melihat lebih jelas. Yang tersisa hanyalah bentuknya.
Baca Juga: Beauty Lenses: Kacamata Bergradasi Warna jadi Cara Baru Tampil Segar Tanpa Makeup
Awalnya terlihat aneh. Namun, kalau dipikir-pikir, sebenarnya fenomena ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.
Dalam dunia fashion, benda tidak selalu digunakan berdasarkan fungsi awalnya.
Sebuah pakaian, aksesori, atau benda sehari-hari bisa berubah menjadi simbol gaya dan identitas.
Kacamata tanpa lensa adalah salah satu contohnya.
Dulu, orang memakai kacamata karena membutuhkan bantuan penglihatan. Sekarang, kacamata juga bisa menjadi bagian dari penampilan.
Bentuk frame tertentu dapat membuat seseorang terlihat lebih intelektual, vintage, minimalis, atau bahkan mengikuti estetika tertentu.
Ketika lensanya dilepas, fungsi kacamata sebagai alat bantu penglihatan memang hilang. Namun, fungsi lainnya justru tetap ada: menjadi aksesori.
Di media sosial, penampilan juga semakin mudah menjadi bagian dari identitas.
Orang tidak hanya memilih pakaian yang nyaman, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana dirinya ingin terlihat di hadapan orang lain.
Sebuah benda akhirnya memiliki nilai bukan hanya karena kegunaannya, tetapi karena kesan yang dibawanya.
Mungkin karena itu, membeli kacamata lalu membuang lensanya tidak sesia-sia yang terlihat.
Teman saya memang tidak membutuhkan lensanya.
Dia membutuhkan bingkainya. Dan mungkin, di era ketika penampilan juga menjadi bagian dari cara seseorang bercerita tentang dirinya, terkadang sebuah benda tidak perlu berfungsi sebagaimana mestinya untuk tetap memiliki fungsi.
Kacamata itu tidak lagi membantu seseorang melihat dunia. Ia membantu dunia melihat dirinya.
Editor : Ali Mustofa