Kenapa Air Minum Harus Bebas BPA? Ini Penjelasan Ahli dan Dampaknya bagi Kesehatan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi minum air putih (Thinkstockphotos)
Ilustrasi minum air putih (Thinkstockphotos)

RADAR KUDUS - Air minum merupakan kebutuhan utama setiap hari. Namun, selain memastikan air bersih dan layak konsumsi, masyarakat juga perlu memperhatikan keamanan wadah penyimpanannya.

Salah satu hal yang kini banyak menjadi perhatian adalah penggunaan kemasan atau galon bebas BPA (Bisphenol A).

BPA merupakan senyawa kimia yang selama bertahun-tahun digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat dan pelapis kaleng makanan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat berpindah dari kemasan ke makanan atau minuman, terutama jika terkena panas atau digunakan dalam waktu lama.

Karena itu, banyak lembaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengurangi paparan BPA, terutama pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil.

Apa Itu BPA?

Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik keras dan resin epoksi.

Plastik yang mengandung BPA banyak ditemukan pada produk tertentu, seperti botol minuman lama, wadah makanan, hingga lapisan bagian dalam kaleng.

Menurut World Health Organization (WHO), U.S. Food and Drug Administration (FDA), serta European Food Safety Authority (EFSA), penelitian mengenai BPA masih terus berkembang.

Meski belum semua efeknya dipastikan pada manusia, paparan jangka panjang tetap perlu diminimalkan sebagai langkah pencegahan.

1. Berpotensi Mengganggu Sistem Hormon

Salah satu alasan utama memilih wadah air minum bebas BPA adalah karena zat ini dikenal sebagai endocrine disruptor atau pengganggu sistem hormon.

BPA dapat meniru kerja hormon estrogen sehingga dikhawatirkan memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Padahal hormon memiliki peran penting dalam mengatur pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, hingga fungsi organ lainnya.

Sejumlah penelitian yang dirangkum oleh Healthline dan berbagai jurnal ilmiah menyebutkan bahwa paparan BPA dalam jangka panjang masih menjadi perhatian para peneliti sehingga pengurangan paparan dinilai sebagai langkah yang bijak.

2. Anak-anak Lebih Rentan Terpapar

Bayi dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan BPA.

Hal ini karena sistem metabolisme mereka belum bekerja seefektif orang dewasa dalam membuang zat kimia dari tubuh. Beberapa penelitian mengaitkan paparan BPA dengan gangguan perkembangan otak, perilaku, hingga proses tumbuh kembang, meski hubungan sebab-akibatnya masih terus diteliti.

Karena masa pertumbuhan merupakan periode yang sangat penting, para ahli menganjurkan penggunaan perlengkapan makan dan minum yang bebas BPA untuk mengurangi risiko paparan.

3. Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Kronis

Berbagai studi observasional menemukan hubungan antara kadar BPA yang tinggi dalam tubuh dengan meningkatnya risiko beberapa penyakit kronis.

Di antaranya adalah penyakit jantung, gangguan metabolisme, obesitas, hingga diabetes tipe 2. Namun para peneliti menegaskan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan BPA sebagai penyebab langsung.

Meski demikian, mengurangi paparan BPA tetap dianggap sebagai langkah preventif yang baik dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Tidak Hanya Galon, Dispenser Juga Perlu Diperhatikan

Memilih galon bertanda BPA Free saja belum tentu cukup. Komponen dispenser atau saluran air juga sebaiknya menggunakan material yang aman dan telah melalui pengujian agar kualitas air tetap terjaga hingga dikonsumsi.

Saat membeli dispenser maupun wadah air minum, konsumen disarankan memperhatikan informasi mengenai material yang digunakan, sertifikasi keamanan produk, serta petunjuk penggunaan dari produsen.

Cara Mengurangi Paparan BPA

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

Paparan BPA memang masih terus menjadi objek penelitian di dunia kesehatan.

Meski belum semua dampaknya dapat dipastikan secara langsung pada manusia, banyak lembaga kesehatan internasional menyarankan masyarakat untuk membatasi paparannya sebagai langkah pencegahan.

Memilih wadah air minum bebas BPA, menjaga kebersihan dispenser, serta menggunakan produk yang telah memenuhi standar keamanan merupakan cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan keluarga dalam jangka panjang.

 

Editor : Mahendra Aditya
BPA air minum bebas BPA bahaya BPA kesehatan keluarga galon BPA Free