Nikmati Suasana, Ngopi Jadi Cara Lepas Penat

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22:24 WIB
SANTAI: Seorang pemudi menikmati ngopi bersama temannya untuk melepas penat di street coffee Jalan Jenderal Soedirman Kudus, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SANTAI: Seorang pemudi menikmati ngopi bersama temannya untuk melepas penat di street coffee Jalan Jenderal Soedirman Kudus, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Bagi sebagian orang, secangkir kopi bukan sekadar minuman pengusir kantuk.

Ngopi juga menjadi cara untuk menenangkan pikiran, mengembalikan semangat, hingga menikmati suasana setelah menjalani rutinitas yang padat.

Tren tersebut juga dirasakan generasi muda yang menjadikan kedai kopi sebagai ruang untuk bekerja sekaligus melepas penat.

Hal itu dirasakan Tria Hanna, 22, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Perempuan yang bekerja di bidang desain itu mengaku mulai gemar ngopi sejak sekitar dua tahun terakhir.

Kebiasaan tersebut muncul karena pekerjaannya menumtut kreativitas dan konsentrasi tinggi, sehingga kopi menjadi teman setia saat menyelesaikan tugas.

“Biasanya kalau lagi nugas atau kerja desain saya ditemani kopi. Kadang kalau sudah terlalu lama di depan layar rasanya pusing, jadi ngopi bisa membantu menyegarkan pikiran dan jadi mood booster,” ujarnya.

Menurut Tria, aktivitas ngopi tidak selalu soal rasa kopi yang diminum.

Baginya, suasana tempat menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Ia lebiih menyukai kedai kopi berkonsep street coffee karena menawarkan pemandangan jalan raya yang membuatnya merasa lebih rileks.

Tria mengaku senang duduk sambil melihat kendaraan berlalu-lalang.

Suara aktivitas di jalan justru menghadirkan ketenangan tersendiri selama tidak terlalu ramai.

Ditambah udara terbuka tanpa sekat tembok membuat suasana terasa lebih nyaman dibanding berada di dalam ruangan.

“Saya suka lihat motor lewat. Rasanya tenang. Tempat yang terang, bersih, dan terbuka bikin pikiran lebih fresh. Vibes-nya beda dibanding di rumah,” katanya.

Ia menilai suasana di rumah cenderung terlalu sepi, sedangkan kedai kopi memberikan keseimbangan antara keramaian dan kenyamanan.

Kehadiran orang-orang yang beraktivitas di sekitar justru menjadi latar yang membuatnya lebih fokus sekaligus tidak merasa sendirian.

Saat pekerjaan menumpuj dan rasa lelah mulai muncul, Tria memilih menyisihkan waktu untuk menikmati secangkir kopi.

Menurutnya, jeda sjeenak dari rutinitas mampu membantu mengurangi stres sebelum kembali bekerja.

Dalam sepekan, intensitas ngopi bergantung pada kesibukannya.

Pada saat oekerjaan sedang padat, ia bisa datang ke kedai kopi hingga empat kali dalam sepekan, meski kondisi itu jarang terjadi.

Lebih sering, ia hanya meluangkan waktu sekali dalam sepekan sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri setelah menjalani aktivitas yang padat.

“Biasanya seminggu sekali. Tujuannya memang buat menikmati hari dan melepas lelah. Jadi ngopi bukan Cuma minum kopi, tapi menikmati suasana juga,” ungkapnya.

Untuk mencari suasana yang lebih sejuk, Tria sesekali memilih kedai kopi di kawasan Colo.

Namun karena jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya, ia lebih sering memilih kedai kopi di kawasan perkotaan Kudus yang lebih mudah dijangkau tetapi tetap menawarkan suasana nyaman.

Bagi Tria, secangkir kopi hanyalah pelengkap.

Yang paling berharga justru momen ketika ia bisa berhenti sejenak dari kesibukan, menghirup udara segar, menikmati suasana sekitar, lalu kembali menjalani aktivitas dengan pikiran yang lebih tenang dan semangat yang baru. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
suasana lepas penat santai gaya hidup ngopi