RADAR KUDUS, Menunda mengerjakan tugas atau prokrastinasi merupakan kebiasaan yang masih sering dialami oleh banyak mahasiswa.
Tugas yang seharusnya dapat diselesaikan lebih awal justru dikerjakan mendekati batas waktu pengumpulan. Akibatnya, hasil pekerjaan kurang maksimal dan tingkat stres meningkat.
Prokrastinasi bukan sekadar rasa malas. Ada berbagai faktor yang membuat seseorang menunda pekerjaan, mulai dari kurangnya motivasi, kesulitan memahami materi, hingga rasa takut gagal.
Tidak sedikit mahasiswa yang merasa bingung harus memulai dari mana sehingga memilih menunda tugas.
Selain itu, perkembangan teknologi juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebiasaan menunda pekerjaan.
Kehadiran media sosial, video pendek, hingga gim daring sering kali membuat waktu belajar berkurang tanpa disadari.
Aktivitas yang awalnya hanya beberapa menit bisa berubah menjadi berjam-jam.
Jika dibiarkan, prokrastinasi dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan mahasiswa.
Tugas menumpuk, kualitas belajar menurun, waktu istirahat berkurang, bahkan kesehatan mental dapat terganggu akibat tekanan menjelang tenggat waktu.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan tersebut.
Pertama, membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil agar terasa lebih ringan.
Kedua, membuat jadwal belajar yang realistis dan konsisten.
Ketiga, mengurangi gangguan seperti mematikan notifikasi media sosial saat belajar.
Terakhir, memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan target harian.
Baca Juga: Siap Jadi Mahasiswa Baru? Ini Tips yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Masuk Kuliah
Dosen maupun pakar pendidikan juga menilai bahwa kemampuan mengelola waktu merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa.
Dengan manajemen waktu yang baik, tugas dapat diselesaikan tepat waktu tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun waktu istirahat.
Membangun kebiasaan disiplin memang membutuhkan proses.
Namun, dengan memulai dari langkah-langkah kecil dan dilakukan secara konsisten, mahasiswa dapat mengurangi prokrastinasi serta menjalani perkuliahan dengan lebih produktif.(Sakdiyah)
Editor : Ali MustofaSumber : Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)