RADAR KUDUS – Pernah tidak, setelah cuaca panas berhari-hari lalu hujan pertama turun, tiba-tiba tercium aroma yang begitu khas?
Wanginya segar, menenangkan, bahkan membuat banyak orang spontan berkata, "Enak banget bau habis hujan."
Rupanya, aroma tersebut bukan sekadar bau tanah basah, tetapi ada penjelasan ilmiahnya.
Para ilmuwan menyebut aroma khas setelah hujan pertama sebagai petrichor.
Meski terdengar rumit, sebenarnya petrichor hanyalah nama untuk aroma yang muncul ketika air hujan mengenai tanah yang sudah lama kering.
Aroma itu berasal dari dua hal. Pertama, selama musim kemarau beberapa tumbuhan mengeluarkan minyak alami yang meresap ke permukaan tanah.
Minyak ini tidak berbau menyengat, tetapi akan ikut terangkat ke udara saat hujan pertama turun sehingga menghasilkan aroma yang khas.
Kedua, ada bakteri baik yang hidup secara alami di dalam tanah, namanya Actinomycetes.
Saat tanah mengering, bakteri ini menghasilkan senyawa alami yang disebut geosmin. Nah, geosmin inilah yang menjadi "tokoh utama" di balik aroma tanah setelah hujan.
Begitu tetesan hujan menghantam permukaan tanah, geosmin ikut terbawa ke udara dalam bentuk partikel-partikel halus yang kemudian kita hirup.
Yang menarik, hidung manusia ternyata sangat peka terhadap geosmin.
Bahkan dalam jumlah yang sangat sedikit, kita sudah bisa langsung mengenali aromanya. Itulah sebabnya, meski hujan baru turun beberapa menit, bau khas itu langsung tercium.
Aroma ini biasanya paling kuat saat hujan pertama setelah kemarau panjang.
Semakin lama tanah tidak terkena hujan, semakin banyak minyak alami dari tumbuhan dan geosmin yang tersimpan di permukaan tanah.
Ketika hujan akhirnya datang, keduanya langsung terangkat ke udara sehingga aromanya terasa lebih kuat dibanding hujan yang turun setiap hari.
Tak hanya itu, banyak orang merasa aroma hujan memberikan rasa tenang. Hal ini juga dipengaruhi oleh kenangan yang tersimpan di otak.
Bagi sebagian orang, bau hujan mengingatkan pada masa kecil, bermain di luar rumah, suasana desa, atau momen-momen yang menyenangkan.
Karena itulah, aroma hujan sering kali terasa menenangkan sekaligus membangkitkan nostalgia.
Jadi, lain kali saat hujan pertama turun setelah kemarau dan Anda mencium aroma yang begitu harum, kini Anda tahu bahwa itu bukan sekadar bau tanah basah.
Wangi tersebut merupakan perpaduan antara minyak alami dari tumbuhan, senyawa geosmin yang dihasilkan bakteri tanah, dan tetesan hujan yang mengangkatnya ke udara.
Sebuah proses alam sederhana yang ternyata mampu menciptakan aroma favorit bagi banyak orang. (bay)
Editor : Ali Mustofa